KOTA SOLOK

Pemko Solok Salurkan Bantuan ATENSI untuk 202 Warga Rentan

3
×

Pemko Solok Salurkan Bantuan ATENSI untuk 202 Warga Rentan

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal menyerahkan bantuan ATENSI kepada salah satu warga penerima manfaat di Aula Gedung Kubuang Tigo Baleh, Selasa (27/1). Ist

SOLOK KOTA, HARIANHALUAN.ID — Negara kembali menampakkan wajah kepeduliannya di Kota Solok. Melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial Republik Indonesia, ratusan warga dari kelompok paling rentan menerima uluran tangan pemerintah di Aula Gedung Kubuang Tigo Baleh, Selasa (27/1).

Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nurdal, S.H., didapuk secara resmi membuka sekaligus menyerahkan bantuan ATENSI kepada 202 penerima manfaat. Mereka berasal dari sembilan kategori, mulai dari penyandang disabilitas, lansia, hingga masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Bantuan yang disalurkan bukan sekadar simbolik. Paket sembako, nutrisi, alat bantu disabilitas, hingga bantuan modal usaha diserahkan dengan total nilai mencapai Rp499.454.000. Program ini merupakan bagian dari kebijakan perlindungan sosial Kemensos RI melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Bogor, yang pada kegiatan tersebut diwakili Rudianto.

Dalam sambutannya, Suryadi Nurdal menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap masyarakat rentan bukan hanya janji, melainkan kerja nyata yang harus terus diperkuat.

“Program ATENSI ini adalah wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah Kota Solok sangat mengapresiasi dan berharap program ini terus berlanjut serta menjangkau lebih banyak warga pada tahun-tahun mendatang,” ujar Suryadi.

Ia juga menyampaikan bahwa pada 2026, Pemko Solok bersama Kementerian Sosial berencana kembali melakukan pendataan penerima bantuan ATENSI. Harapannya, jumlah penerima manfaat bisa bertambah, sehingga dampak sosialnya semakin luas.

Pendataan calon penerima bantuan sendiri dilakukan sejak 2025 oleh Dinas Sosial PPPA Kota Solok bersama Pekerja Sosial Kementerian Sosial RI. Data tersebut kemudian diverifikasi melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS/DTSEN), dengan sasaran masyarakat Desil 1 hingga Desil 4 yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Bagi sebagian penerima, bantuan ini bukan hanya soal materi, tetapi juga pengakuan bahwa mereka tidak dilupakan. Di tengah tekanan ekonomi dan keterbatasan hidup, perhatian pemerintah menjadi penyemangat untuk bertahan dan bangkit.

Melalui program ATENSI, pemerintah sejatinya tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menegaskan komitmen bahwa kelompok rentan tetap menjadi prioritas dalam pembangunan sosial.

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada Tim STIS Kemensos RI, para pekerja sosial, serta Dinas Sosial PPPA Kota Solok yang dinilainya telah bekerja keras dari proses pendataan hingga penyaluran bantuan.