PASBAR, HARIANHALUAN.ID — Data di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat per Januari 2026 sudah mencatat 58 kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari jumlah tersebut Puskesmas Ranah Salido Lembah Melintang melaporkan sebanyak 14 kasus.
Menanggapi itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD dengan penyelidikan epidemiologi (PE). Pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pemeriksaan warga, hingga gotong royong bersama di wilayah yang terindikasi kasus DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia mengatakan bahwa setiap laporan warga yang terduga DBD langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi dan PSN sebagai langkah awal pengendalian penyakit.
“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap warga yang mengalami demam. PSN juga sudah dilaksanakan dua kali, yakni pada 10 dan 17 Januari 2026, di lokasi yang terindikasi kasus DBD,” ujar Gina Alecia.
Ia menjelaskan, PSN merupakan langkah paling efektif dalam memutus rantai penularan DBD karena dapat membunuh jentik nyamuk sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa.
“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak membunuh jentik. Oleh karena itu, PSN menjadi kunci utama dalam pencegahan DBD,” jelasnya.
Selain PSN, Dinas Kesehatan juga telah melaksanakan gotong royong bersama puskesmas, pemerintah nagari, dan masyarakat untuk membersihkan lingkungan dan memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Untuk fogging, kami jadwalkan dalam satu hingga dua hari ke depan bersama pemerintah nagari di Koto Gunung Sawah Maincat, Kecamatan Lembah Melintang,” tambahnya.
Gina Alecia mengimbau masyarakat agar terus menjaga kebersihan lingkungan dan berperan aktif dalam upaya pencegahan DBD agar kasus tidak semakin meluas.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pasaman Barat, hingga Januari 2026 tercatat sebanyak 58 kasus DBD di seluruh wilayah Pasaman Barat. Dari jumlah tersebut, Puskesmas Tanah Salido melaporkan sebanyak 14 kasus.






