UTAMA

Pemkab Pessel Pastikan Pasang Aramco di Ngalau Gadang, Pengerjaan Ditargetkan Februari

32
×

Pemkab Pessel Pastikan Pasang Aramco di Ngalau Gadang, Pengerjaan Ditargetkan Februari

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) memastikan akan segera membuka kembali akses menuju Kampung Ngalau Gadang, Kecamatan IV Bayang Utara, dengan memasang gorong-gorong plat baja (Aramco) sebagai pengganti jembatan yang putus akibat banjir bandang dan longsor.

Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Pesisir Selatan, Fahresi Eka Siska. Ia mengatakan, penanganan darurat tersebut telah dialokasikan melalui APBD Kabupaten dengan nilai anggaran sekitar Rp1,9 miliar.

“Kami sudah menyiapkan pemasangan gorong-gorong plat baja atau Aramco berdiameter tujuh meter. Ini pengganti jembatan yang putus, dan anggarannya sekitar Rp1,9 miliar dari APBD kabupaten,” kata Fahresi Eka Siska saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/1/2026).

Menurut Eka, Aramco dipilih karena dinilai paling memungkinkan untuk penanganan cepat di tengah kondisi medan yang sulit.

“Kalau menunggu jembatan permanen, tentu butuh waktu lama. Dengan Aramco, kita kejar dulu fungsi akses supaya masyarakat bisa beraktivitas kembali,” jelasnya.

Ia menyebut, pekerjaan pemasangan ditargetkan mulai dilakukan dalam waktu dekat.

“Perkiraan kami, Februari ini sudah mulai pekerjaan di lapangan. Kita upayakan secepat mungkin agar akses bisa segera dibuka,” ujarnya.

Selain pemasangan Aramco, PUTR Pessel juga akan menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan di beberapa titik menuju kampung tersebut.

“Alat berat akan kita masukkan secara bertahap. Fokus awal membuka akses kendaraan dulu. Setelah itu baru penanganan lanjutan,” ucapnya lagi.

Ia mengakui kondisi geografis menuju Ngalau Gadang cukup berat dan menjadi tantangan tersendiri, namun pihaknya memastikan penanganan ini menjadi prioritas utama.

“Kondisinya memang tidak mudah, tapi ini sudah menjadi perhatian serius. Kami paham ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Fraksi PAN, Novermal, berharap penanganan ini benar-benar berjalan sesuai target.

“Ini kondisi darurat. Harapan kita, sebelum Lebaran akses ke Ngalau Gadang sudah terbuka sehingga warga bisa kembali beraktivitas secara normal,” kata Novermal.

Sebelumnya, Kampung Ngalau Gadang yang dihuni sekitar 670 jiwa telah terisolasi selama hampir dua bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Satu-satunya jembatan penghubung putus, sementara tiga titik jalan tertimbun longsor.

Kondisi tersebut membuat warga harus menandu pasien sakit untuk berobat, bahkan seorang warga bernama Safril (55) terpaksa ditandu jenazahnya untuk dimakamkan di kampung halaman. Hingga kini akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian warga dilaporkan lumpuh total. (*)