PADANG, HARIANHALUAN.ID — Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin menegaskan bahwa lokasi kejadian kecelakaan beruntun merupakan jalur rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang menurun dan cukup terjal. Oleh karena itu, pihaknya kembali mengingatkan para pengemudi, khususnya kendaraan besar, agar meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi ketentuan berlalu lintas.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan, terutama kendaraan besar dari luar daerah, agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kecepatan, serta mematuhi rambu lalu lintas. Jalur ini merupakan jalur yang padat dengan aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah,” katanya saat meninjau lokasi kecelakaan, Selasa (27/1).
Ia menyebut, Polda Sumbar bersama pemerintah daerah (pemda) terkait akan mengkaji pengaturan jam operasional kendaraan berat guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembatasan waktu melintas bagi kendaraan bermuatan berat seperti pupuk dan semen.
“Atas nama Polda Sumbar dan Bapak Kapolda, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Diharapkan kejadian ini menjadi yang terakhir serta keselamatan berlalu lintas dapat terus terjaga melalui peran dan kesadaran bersama,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan kembali terjadi di Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, tepatnya di Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Senin (26/1) sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan bermula saat sebuah kendaraan truk trailer dengan nomor polisi BK 9634 XA yang datang dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang mengalami hilang fungsi pengereman saat melintas di jalan turunan.
Data Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kota Padang Panjang mencatat, tiga korban meninggal dunia dirawat di RSUD Padang Panjang dan dua lainnya di RS Yarsi Padang Panjang.
Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan pada lima unit kendaraan serta beberapa warung milik warga. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.
“Dugaan sementara, kendaraan trailer mengalami rem blong. Namun demikian, hal tersebut masih kami dalami lebih lanjut melalui proses penyelidikan,” ujar Brigjen Pol Solihin. (*)






