DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID- Meski Stasiun Pengisian Bahan bakar Elpiji (SPBE), sudah berdiri di Kabupaten Dharmasraya, namun masyarakat masih mengeluhkan harga dan kelangkaannya.
Pantauan harianhaluan.id di Kecamatan Sitiung ada 15 Pangkalan dan satu Agen Gas LPG sedangkan di Nagari Gunung Medan, ada delapan pangkalan LPG, namun keberadaannya masih sulit didapat.
Selain itu, harga juga melambung tinggi akibat sulitnya gas LPG tersebut untuk didapatkan baik ditingkat pangkalan maupun di tingkat pengecer. Harga di pangkalan berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu, sedangkan ditingkat pengecer mencapai Rp 23 ribu sampai Rp 26 ribu.
Berdasarkan penelusuran, gas LPG yang seharusnya beredar di Kecamatan Sitiung atau Nagari Gunung Medan, dijual keluar wilayah itu. Salah seorang warga Gunung Medan yang enggan ditulis namanya berharap agar dalam hal ini agar negara hadir di tengah masyarakat atas kesulitan dan tinggi nya harga LPG.
Kepala Dinas Koperindag dan Pasar Kabupaten Dharmasraya, Alfiandri, yang dikonfirmasi mengatakan, Dinas yang ia pimpin punya kewenangan hanya dalam bidang pengawasan saja, namun apa langkah yang sudah ia lakukan setelah melakukan pengawasan tidak ia jelaskan, sementara masyarakat sudah menjerit atas sulitnya mendapatkan LPG dan harga tinggi. (*)






