PADANG

100 Siswa SD dan SMP Berbakat di Padang Ikuti Coding Competition

4
×

100 Siswa SD dan SMP Berbakat di Padang Ikuti Coding Competition

Sebarkan artikel ini

​PADANG, HARIANHALUAN.ID – Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center menjadi saksi lahirnya talenta digital muda Kota Padang. Sebab, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar babak final Coding Competition tingkat SD dan SMP se-Kota Padang, Jumat (30/1/2026).

​Kegiatan ini merupakan puncak dari program kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang dengan Ruang Guru yang telah diinisiasi sejak Februari 2025 lalu.

Asisten I Setda Kota Padang, Tarmizi Ismail, yang hadir mewakili Wali Kota, menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Wali Kota untuk mewujudkan Padang Smart City.

​”Pemerintah berkomitmen membangun kota pintar melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kompetisi ini adalah cara kita mencari dan mengasah bibit muda agar siap menghadapi tantangan global,” jelas Tarmizi.

​Tarmizi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara teknologi dan karakter. Ada tiga poin utama yang ditekankan bagi para peserta, yakni menjadi SDM berkualitas yang mampu bersaing di level internasional.
Kemudian, teknologi harus dibarengi dengan sopan santun agar tidak tersisih dalam dunia kerja.

“Meski menguasai coding, siswa diharapkan tidak melupakan jati diri dan adat istiadat Minangkabau,” harapnya.

​Diharapkan program ini dapat direplikasi ke sekolah-sekolah lain yang belum mendapatkan kesempatan pada periode ini. Guru-guru yang telah dilatih didorong untuk terus mengintegrasikan ilmu digitalisasi ke dalam kurikulum harian sekolah.

​Asisten I Tarmizi Ismail berpesan kepada para pemenang dan peserta lainnya agar tetap rendah hati. Bagi yang belum juara untuk terus belajar. Sebab, perjalanan menuju masa depan digital baru saja dimulai.

Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nurfitri menyampaikan bahwa program pelatihan coding ini melibatkan 61 sekolah dengan total peserta mencapai 1.545 siswa. Tidak hanya siswa, program ini juga memperkuat ekosistem digital sekolah dengan melatih 150 guru penggerak digital melalui 15 sesi pelatihan intensif.

​”Dari ribuan peserta, hari ini kita menyaksikan 100 karya terbaik yang terdiri dari 50 karya tingkat SD dan 50 karya tingkat SMP. Ini adalah bukti nyata bahwa anak-anak kita sudah mampu menguasai teknologi di usia dini,” ujar Nurfitri. (*)