PASAMAN BARAT, HARIAN HALUAN.ID– Gelombang aspirasi mahasiswa mewarnai suasana Jumat (30/1/2026) di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar).
Gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) dan Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat (AMPB) turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutan terkait evaluasi kinerja pemerintah daerah setempat.
Aksi yang berlangsung di dua titik vital, yakni Kantor Inspektorat dan Kantor Bupati Pasaman Barat tersebut, mendapatkan pengawalan ketat namun humanis dari jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., melalui Kabag Ops Kompol Muzhendra, S.H., M.H., memimpin langsung jalannya pengamanan di lapangan. Sejak pagi, personel kepolisian telah bersiaga untuk memastikan hak berpendapat mahasiswa terlindungi tanpa mengganggu ketertiban umum.
”Kami hadir untuk mengawal rekan-rekan mahasiswa agar dapat menyuarakan aspirasinya dengan aman dan lancar. Sesuai arahan Bapak Kapolres, pendekatan yang kami lakukan adalah pendekatan persuasif dan humanis,” ujar Kompol Muzhendra di sela-sela aksi.
Dalam menjalankan tugasnya, Kompol Muzhendra didampingi oleh Kasat Samapta AKP Dwi Hadiyanto, S.H., serta Kapolsek Pasaman AKP Zulfikar, S.H., M.H. Sinergitas antar-satuan ini dikerahkan untuk menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di ring satu pusat pemerintahan.
Meski aksi diikuti dengan semangat tinggi oleh massa mahasiswa, situasi tetap terkendali. Sebanyak 20 personel dikerahkan untuk memastikan tidak ada gesekan di lapangan.
Kompol Muzhendra menekankan bahwa, kehadiran Polri di tengah aksi unjuk rasa adalah sebagai penjamin keamanan bagi semua pihak. Ia mengapresiasi massa aksi yang tetap mengikuti aturan main dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
”Kehadiran kami memastikan seluruh rangkaian aksi ini berlangsung dalam koridor hukum yang berlaku. Kami menjaga agar aspirasi tersalurkan dengan baik tanpa adanya gangguan terhadap aktivitas masyarakat lainnya,” tegas Muzhendra.
Hingga siang hari, seluruh rangkaian orasi dan penyampaian petisi berjalan tanpa insiden. Setelah menyampaikan tuntutannya di Kantor Inspektorat dan Kantor Bupati, massa mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi potret sinergitas antara elemen masyarakat dan aparat penegak hukum di Pasaman Barat. Kepolisian memastikan bahwa ruang demokrasi tetap terbuka lebar selama dilakukan dengan cara-cara yang damai dan sesuai dengan regulasi yang ada.
”Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan hari ini berjalan dengan tertib dan lancar. Kami berterima kasih kepada massa aksi yang telah bekerja sama menjaga kondusivitas daerah,” tutup Kompol Muzhendra. (*)






