PERISTIWA

Kecelakaan Kerja di Pasar Amping Parak, Sopir Tewas Tertimpa Kaca Etalase

59
×

Kecelakaan Kerja di Pasar Amping Parak, Sopir Tewas Tertimpa Kaca Etalase

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Kecelakaan kerja tragis terjadi di Pasar Amping Parak, Kenagarian Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (31/1/2026) siang. Seorang sopir bernama David Wijaya (32) meninggal dunia setelah tertimpa kaca etalase saat proses penurunan barang.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu korban bersama seorang rekannya tengah menurunkan kaca etalase berukuran 50 x 120 sentimeter sebanyak 25 lembar dari sebuah mobil pengangkut.

Korban diketahui beralamat di Lawang Agung, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Puskesmas Surantih.

Kapolsek Sutera, Iptu Manatap Manik, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi akibat kaca etalase terlepas dari pengaman dan langsung menimpa korban.

“Kecelakaan kerja ini terjadi saat korban berada di samping mobil. Ketika tali pengaman kaca dibuka, kaca etalase tiba-tiba jatuh dan menimpa tubuh korban,” ujar Iptu Manatap Manik.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek serius di bagian leher akibat pecahan kaca. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Surantih untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Selain korban meninggal dunia, satu orang saksi bernama Dedi (35), warga setempat yang berprofesi sebagai swasta, juga mengalami luka robek di bagian kaki kiri. Ia telah mendapatkan perawatan medis dengan enam jahitan.

Sementara itu, istri korban, Cintya Salim (36), yang turut berada di lokasi kejadian, tampak terpukul atas musibah tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, jenazah korban rencananya akan dibawa ke rumah duka di Kampung Baru, Kota Padang, menggunakan ambulans Puskesmas Surantih.

Kapolsek Sutera mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha dan pekerja bongkar muat, agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja guna mencegah kejadian serupa.

“Kami mengimbau agar dalam setiap aktivitas kerja, terutama yang berisiko tinggi, selalu mengutamakan prosedur keselamatan demi menghindari korban jiwa,” pungkasnya. (*)