PADANG

Di Balik Operasi Keselamatan Singgalang 2026, Upaya Sunyi Menumbuhkan Kesadaran Berlalu Lintas di Jantung Kota Padang

3
×

Di Balik Operasi Keselamatan Singgalang 2026, Upaya Sunyi Menumbuhkan Kesadaran Berlalu Lintas di Jantung Kota Padang

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Pagi di Pasar Raya Padang, Senin (2/2/2026), berjalan seperti biasa. Deretan kendaraan saling berkejaran waktu, klakson bersahutan dan aktivitas ekonomi menggeliat tanpa jeda.

Namun di tengah hiruk pikuk itu, hadir pemandangan berbeda, aparat kepolisian berdiri di tepi jalan, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mengajak masyarakat berhenti sejenak untuk lebih peduli pada keselamatan.

Hari itu menandai dimulainya Operasi Keselamatan Singgalang 2026 yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Padang. Tidak ada razia besar-besaran, tidak pula penindakan masif. Hari pertama justru diisi pendekatan yang lebih halus, yakni edukasi, sosialisasi dan dialog langsung dengan pengendara.

Sejak pagi, personel Satlantas tampak aktif menyapa masyarakat. Pengendara yang melintas dihentikan secara humanis. Mereka diberi penjelasan mengenai tujuan operasi, sekaligus diingatkan bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab bersama.

Spanduk-spanduk berisi pesan keselamatan dibentangkan di titik strategis. Sementara itu, ratusan selebaran dibagikan kepada pengendara roda dua maupun roda empat. Pesannya sederhana, namun mendasar, patuhi aturan, lindungi diri dan hargai nyawa sesama pengguna jalan.

Meski pendekatan persuasif dikedepankan, fakta di lapangan masih menunjukkan tantangan. Petugas masih menemukan pengendara yang mengemudi sambil merokok, menggunakan telepon genggam saat berkendara, hingga pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm.

Bagi aparat, pelanggaran-pelanggaran kecil itu bukan sekadar soal aturan. Lebih dari itu, pelanggaran tersebut berpotensi menjadi pemicu kecelakaan fatal.

Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, menegaskan bahwa hari pertama operasi memang difokuskan pada sosialisasi. Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui pelaksanaan Operasi Keselamatan Singgalang 2026.

“Kami ingin masyarakat lebih sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Hari ini kami membagikan selebaran dan memberikan penjelasan langsung kepada pengendara,” ujarnya.

Operasi Keselamatan Singgalang 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026. Momentum ini dinilai penting, terutama menjelang musim mudik Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.