YOGYAKARTA, HARIANHALUAN.ID — Dari keresahan terhadap realitas pahit industri fesyen yang sering kali mengeksploitasi alam dan tenaga kerja, sebuah gerakan lahir untuk membuktikan bahwa keindahan bisa berjalan beriringan dengan keadilan sosial.
Hanenda.idn, sebuah merek asal Yogyakarta yang berdiri pada tahun 2020, hadir dengan misi mengubah sisa limbah tekstil menjadi produk fesyen etis yang bernapas dan kembali ke alam.
Ide ini tumbuh dari Meyna Cinta Ratulian, mahasiswa Manajemen UPN “Veteran” Yogyakarta, bersama sepupunya S.C. Ayuningtyas. Meski sempat terhenti selama satu setengah tahun akibat pandemi dan kesibukan akademik, semangat mereka bangkit kembali pada akhir 2022. Hanenda.idn tidak sekadar mengejar estetika, melainkan fokus pada penggunaan material alami, pewarna ramah lingkungan, dan teknik upcycle yang konsisten. Strategi ini menjadi solusi sirkular untuk menekan polusi limbah tekstil yang menjadi ancaman besar bagi ekosistem global.
Demi memperluas dampak, Hanenda.idn memutuskan untuk menggandeng masyarakat lokal sebagai mitra produksi. Mereka berkolaborasi dengan para penjahit di dusun sekitar agar lebih produktif, serta memberdayakan rekan disabilitas kreatif untuk mengolah limbah tekstil menjadi aksesori unik dan tas belanja. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen mereka mendukung SDGs poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, sinergi dengan Yayasan Sekar Kawung dijalin untuk memproduksi sandang dari kapas asli Indonesia guna menjaga warisan budaya sekaligus melestarikan alam.
Konsistensi dalam praktik daur ulang ini mengantarkan Hanenda.idn dinobatkan sebagai Pemenang Bumi Berseru Fest (BBF) 2025 untuk kategori Inovasi Eco Produk (subkategori Daur Ulang dan Pemanfaatan Kembali). BBF merupakan ajang kolaborasi inovasi ramah lingkungan yang diinisiasi oleh Telkom Indonesia untuk mengakselerasi UMKM agar menjadi bisnis yang kompetitif melalui mentoring, pelatihan, dan pendanaan.
Momentum kemenangan di BBF menjadi titik balik bagi Hanenda.idn untuk memperkuat citra merek dan mempersiapkan diri menembus pasar internasional. Melalui lokakarya edukatif dan pendampingan strategis dari Telkom, Hanenda.idn membuktikan bahwa langkah kecil dari sebuah UMKM dapat menjadi gerakan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem jangka panjang.
Bumi Berseru Fest 2025 hadir dengan semangat yang lebih besar, mengajak masyarakat luas untuk melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi lingkungan. Tahun ini, kompetisi mencakup empat kategori utama: Aksi untuk Bumi, Alam dalam Lensa, Inovasi Eco Produk, serta Teknologi Hijau dan Inovasi Berkelanjutan. Pendaftaran memberikan kesempatan bagi ide-ide terbaik untuk mendapatkan pendanaan dan dukungan pengembangan dengan total ratusan juta rupiah. Informasi selengkapnya dapat diakses di bumiberserufest.id. (*)






