EkBis

Bangun Gerakan Perbaiki Iklim: Langkah Nyata HPAI DPW Malang Raya dalam Literasi dan Konservasi

0
×

Bangun Gerakan Perbaiki Iklim: Langkah Nyata HPAI DPW Malang Raya dalam Literasi dan Konservasi

Sebarkan artikel ini

MALANG, HARIANHALUAN.ID — Berangkat dari kepedulian mendalam terhadap kualitas lingkungan hidup, Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) DPW Malang Raya hadir sebagai komunitas sosial yang konsisten mendorong edukasi dan aksi nyata.

Didirikan pada 5 Maret 2020 oleh Sulaiman Sulang, komunitas ini merupakan bagian terpadu dari DPP HPAI Pusat yang membawa visi menjadi wadah kreatif, produktif, dan inovatif. Sejak awal berdiri, HPAI DPW Malang Raya berkomitmen memajukan sekolah Adiwiyata melalui pelatihan berbasis keadiwiyataan guna mendukung terciptanya generasi yang peduli terhadap perubahan iklim dan kelestarian alam. Melalui pendekatan partisipatif, komunitas ini tumbuh menjadi ruang kolaborasi bagi para penggiat lingkungan di wilayah Malang Raya dan sekitarnya.

Dalam perjalanannya, HPAI DPW Malang Raya membuktikan bahwa semangat kerelawanan mampu melampaui keterbatasan. Meskipun bergerak secara mandiri melalui iuran anggota dan tanpa afiliasi politik maupun organisasi massa, komunitas ini tetap konsisten melakukan aksi lapangan. Mereka berhasil melakukan penanaman 26.000 bibit pohon di wilayah Jawa Timur serta mempelopori pengelolaan limbah melalui program Sekolah Bijak Sampah dan Gerakan Sedekah Sampah Indonesia. Langkah konkret ini menjadi bagian dari kontribusi komunitas dalam mendukung SDG poin ke-13, yaitu Penanganan Perubahan Iklim. Tak hanya itu, kontribusi mereka juga tertuang dalam bentuk literasi dengan menerbitkan 6 modul ajar lingkungan hidup sebagai panduan praktis bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Dedikasi dalam menjaga kelestarian tanah dan ekosistem mengantarkan HPAI DPW Malang Raya menjadi Pemenang Bumi Berseru Fest (BBF) 2025 pada Kategori Aksi untuk Bumi, Sub-kategori Tanah. Prestasi ini menjadi titik balik penting yang memperkuat posisi mereka sebagai penggerak utama dalam pemulihan ekosistem darat. Melalui pendampingan dalam program BBF oleh Telkom Indonesia, aksi lapangan HPAI DPW Malang Raya kini memiliki dampak yang lebih terukur, mulai dari konservasi sumber mata air hingga penguatan ekonomi sirkular yang terintegrasi dengan program pembangunan desa.

Kemenangan di ajang BBF 2025 juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi warga lokal melalui pengembangan potensi wilayah. Hal ini diakui langsung oleh masyarakat sekitar yang merasakan dampak nyata di lapangan, “Kami merasakan manfaat ekonomi secara tidak langsung dari terjaganya sumber mata air di wilayah ini. Program BBF memiliki potensi jangka panjang untuk mengubah kawasan konservasi menjadi destinasi ekowisata, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan UMKM setempat. Kami berharap selain penanaman pohon, terdapat edukasi berkelanjutan bagi pengembangan unit usaha desa.”

Keberhasilan program ini berakar pada lima faktor kunci: kolaborasi multipihak, kesamaan visi, penerapan sistem ekonomi sirkular, sinkronisasi dengan program pembangunan desa, serta edukasi dini bagi generasi muda. Sebagai langkah ke depan, HPAI DPW Malang Raya berharap momentum program Bumi Berseru Fest dapat terus dijadikan wadah guna memperluas jangkauan manfaat bagi komunitas lokal dan kelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Informasi selengkapnya mengenai gerakan ini dapat diakses melalui laman bumiberserufest.id. (*)