PENDIDIKAN

Edukasi Hipertensi di Pameran MTQ, Dosen dan Mahasiswa Keperawatan Upertis Layani Skrining Gratis

16
×

Edukasi Hipertensi di Pameran MTQ, Dosen dan Mahasiswa Keperawatan Upertis Layani Skrining Gratis

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID – Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Perintis Indonesia melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) berupa Edukasi Hipertensi Berbasis Promosi Kesehatan pada Pameran MTQ ke-XLI se-Sumatera Barat yang digelar di Stand Plataran Lapangan Kantin, Bukittinggi, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan ini menyasar pengunjung pameran dari berbagai kelompok usia dengan layanan edukasi kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, serta pengecekan gula darah sewaktu secara gratis. Program dirancang sebagai upaya promotif–preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hipertensi yang kerap disebut silent killer karena sering tanpa gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi serius.

Ketua Tim Pengabmas, Ns. Endra Amalia, M.Kep, menjelaskan bahwa pemanfaatan momentum kegiatan publik berskala besar dinilai efektif menjangkau masyarakat luas. 

Baca Juga  Serahkan Bantuan Kapolres Sijunjung, Kasat Binmas: Jadikan Al-Qur'an Pedoman Hidup

“Melalui edukasi langsung dan skrining sederhana, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, 35 warga tercatat mengikuti pemeriksaan. Hasil skrining menunjukkan variasi tekanan darah yang cukup lebar, dengan sebagian peserta berada pada kategori tekanan darah tinggi. 

Selain itu, pemeriksaan gula darah sewaktu menemukan sejumlah peserta dengan kadar di atas normal. Seluruh peserta menerima penjelasan hasil pemeriksaan serta anjuran tindak lanjut ke fasilitas kesehatan terdekat bila diperlukan.

Edukasi diberikan secara individual dan didukung media leaflet serta poster yang memuat informasi inti tentang pengertian hipertensi, faktor risiko, bahaya, dan langkah pencegahan melalui gaya hidup sehat. Pendekatan komunikasi interpersonal ini membantu peserta memahami pesan kesehatan secara kontekstual dan aplikatif.

Baca Juga  Gubernur Mahyeldi: Perguruan Thawalib Diharapkan Terus Lahir Alim Ulama Sumatera Barat

Kegiatan ini melibatkan lima dosen dan tiga mahasiswa Program Studi D III Keperawatan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual (service-learning) untuk mengasah kompetensi komunikasi kesehatan, keterampilan pemeriksaan dasar, dan kepekaan sosial di masyarakat.

Secara institusional, program ini mempertegas komitmen Universitas Perintis Indonesia dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Tim berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas jangkauannya agar deteksi dini penyakit tidak menular semakin optimal. (*)