PASAMANSUMBAR

Sekda Pasaman Minta Pelayanan Publik Dipercepat dan Humanis

1
×

Sekda Pasaman Minta Pelayanan Publik Dipercepat dan Humanis

Sebarkan artikel ini
Sekda Kabupaten Pasaman, Yudesri. IST

PASAMAN, HARIANHALUAN.ID — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman, Yudesri, melontarkan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman agar meningkatkan kinerja dan tidak bekerja secara setengah-setengah.

Penegasan tersebut disampaikan Yudesri saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026). Ia menilai, masih terdapat ASN yang belum menjalankan tugas pelayanan publik secara optimal.

Menurutnya, ASN merupakan garda terdepan pemerintah dalam melayani masyarakat sehingga dituntut bekerja cepat, tepat, dan bertanggung jawab sesuai amanat undang-undang.

“ASN digaji dari uang negara. Sudah seharusnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bukan justru memperlambat urusan,” tegas Yudesri.

Ia mengingatkan bahwa pelayanan publik yang lamban dapat berdampak serius terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah.

“Pelayanan yang tidak maksimal bukan sekadar masalah teknis, tapi bisa menggerus kepercayaan publik,” katanya.

Yudesri juga menekankan bahwa disiplin ASN tidak hanya diukur dari kehadiran dan absensi semata, melainkan dari kinerja dan hasil kerja yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Datang tepat waktu tapi pelayanan tidak berjalan, itu sama saja memboroskan anggaran negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yudesri menyoroti sikap sebagian ASN yang dinilai kurang santun dan minim empati dalam melayani masyarakat.

Menurutnya, ASN harus memahami posisinya sebagai pelayan masyarakat, bukan sebaliknya.

“ASN bukan untuk dilayani, tetapi melayani. Sikap arogan hanya akan mencoreng wajah pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia meminta seluruh ASN menjaga etika, sopan santun, serta komunikasi yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Yudesri menegaskan bahwa integritas merupakan nilai yang tidak bisa ditawar dalam birokrasi pemerintahan.

Ia mengingatkan ASN untuk menjauhi segala bentuk pelanggaran, baik disiplin maupun etika, yang dapat merusak citra aparatur pemerintah.

Yudesri juga mendorong ASN agar berani berinovasi dan meninggalkan pola kerja lama yang dinilai lamban dan berbelit-belit.

“Pelayanan publik harus adaptif, efisien, dan solutif sesuai tuntutan masyarakat saat ini,” katanya.

Ia berharap, seluruh ASN di Kabupaten Pasaman mampu meningkatkan profesionalisme dan menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas utama.

“ASN harus menjadi solusi bagi masyarakat, bukan beban. Negara membayar untuk kerja nyata, bukan sekadar jabatan,” pungkasnya. (*)