PADANG

MBG Tetap Jalan Saat Ramadan, Ketua DPRD Padang Ingatkan Keamanan Pangan

2
×

MBG Tetap Jalan Saat Ramadan, Ketua DPRD Padang Ingatkan Keamanan Pangan

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID –
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Padang dipastikan akan terus berlanjut selama bulan suci Ramadan mendatang.

Meskipun sebagian besar siswa menjalankan ibadah puasa, distribusi makanan bergizi tidak akan dihentikan, melainkan dilakukan penyesuaian mekanisme penyaluran agar manfaatnya tetap dirasakan oleh para peserta didik.

Penyaluran MBG tetap akan dilakukan pada saat jam sekolah berlangsung. Namun, alih-alih dikonsumsi langsung di sekolah, para siswa yang menjalankan ibadah puasa diperbolehkan membawa pulang paket makanan tersebut sebagai bekal berbuka puasa di rumah masing-masing.

Pihak penyelenggara memastikan bahwa paket MBG yang dibagikan kepada siswa merupakan makanan siap saji yang telah melalui proses pengemasan khusus. Hal ini dilakukan guna menjaga kualitas makanan agar tetap segar dan layak santap hingga waktu Maghrib tiba, mengingat jeda waktu antara jam pulang sekolah dan berbuka puasa yang cukup lama.

Secara teknis, menu yang disajikan dalam program ini dirancang agar memiliki daya tahan hingga 12 jam.

Dengan ketahanan tersebut, para orang tua tidak perlu khawatir mengenai kualitas makanan, karena paket tersebut dijamin masih dalam kondisi prima dan terjaga nilai gizinya saat dikonsumsi siswa untuk membatalkan puasa.

Menanggapi skema penyaluran selama bulan puasa ini, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, memberikan perhatian khusus.

Muharlion meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pelaksana di lapangan untuk bekerja ekstra dalam memantau standar keamanan pangan yang akan didistribusikan kepada ribuan siswa di Padang.

“Dalam penyaluran MBG selama Ramadan 2026, SPPG harus bisa menjamin keamanan dan gizi makanan tersebut. Ini penting agar saat dikonsumsi siswa ketika berbuka puasa nanti, kualitasnya tetap terjaga,” ujar Muharlion, Rabu (4/2).

Lebih lanjut, Muharlion menekankan bahwa aspek higienitas dan ketepatan waktu pengolahan menjadi kunci utama. Mengingat cuaca dan suhu udara yang tidak menentu, standarisasi pengemasan harus benar-benar diperhatikan oleh SPPG agar tidak terjadi kontaminasi atau penurunan kualitas gizi yang dapat merugikan kesehatan siswa.