PENDIDIKAN

Praktisi Pendidikan Defi Endri Tentang HPN: Pers Penentu Citra dan Perkembangan Lembaga

3
×

Praktisi Pendidikan Defi Endri Tentang HPN: Pers Penentu Citra dan Perkembangan Lembaga

Sebarkan artikel ini


PADANG, HARIANHALUAN.ID — Di tengah tantangan era digital dan derasnya arus informasi, peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh setiap 9 Februari menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

HPN bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga ajang refleksi bagi insan pers untuk menjaga idealisme, profesionalisme, serta keberlanjutan media massa sebagai pilar demokrasi.

Praktisi pendidikan Sumatera Barat, H. Defi Endri, MM, M.Pd, menilai pers memiliki peran strategis bagi perkembangan instansi maupun lembaga. Menurutnya, tanpa kehadiran pers, sebuah lembaga akan sulit berkembang dan dikenal luas oleh masyarakat.

“Pers menjadi media promosi yang efektif bagi institusi. Namun sebaliknya, ketika terdapat persoalan atau penyimpangan di dalam lembaga, informasi tersebut juga dapat dengan cepat menyebar melalui pers,” ujar Defi Endri yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Sumatera Barat, Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKS) Indonesia, serta Ketua Yayasan SMK Genus dan SMA Praja Taruna Sumatera Barat.

Ia menegaskan, kekuatan pers dalam membentuk opini publik menuntut tanggung jawab besar dalam setiap pemberitaan. Karena itu, Defi Endri berharap insan pers ke depan mampu menyuarakan capaian, prestasi, serta praktik-praktik baik yang dilakukan lembaga, tanpa mengabaikan fungsi kontrol sosialnya.

“Pemberitaan terhadap kekurangan atau kesalahan lembaga tetap diperlukan, namun harus dilakukan dengan prinsip cek dan ricek, serta menjunjung tinggi independensi, kejujuran, tanggung jawab, dan kesantunan dalam menulis berita,” tegasnya kepada Haluan.

Sejalan dengan semangat Hari Pers Nasional, Defi Endri berharap pers Indonesia terus berperan sebagai pilar demokrasi yang sehat, profesional, dan beretika, sehingga mampu menjadi mitra strategis dalam membangun kualitas pendidikan dan kehidupan sosial yang lebih baik. (*)