KABA RANAH

Inovasi Mahasiswa KKN Unand, Warga Silungkang Oso Diperkenalkan Kopi Kayu Manis

15
×

Inovasi Mahasiswa KKN Unand, Warga Silungkang Oso Diperkenalkan Kopi Kayu Manis

Sebarkan artikel ini

SILUNGKANG OSO, HARIANHALUAN.ID — Meningkatkan nilai tambah komoditas lokal terus digencarkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler I Universitas Andalas (Unand) Padang. Salah satunya melalui inovasi pengolahan kopi kayu manis yang diperkenalkan kepada masyarakat Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Rabu (4/2/2026).

Program ini menyasar kelompok ibu rumah tangga dan petani kayu manis setempat. Tujuannya, mendorong pemanfaatan kayu manis yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah menjadi produk olahan bernilai jual lebih tinggi.

Mahasiswa KKN Unand, Ziadaturrahmah dari Jurusan Teknologi Industri Pertanian, menjelaskan pemilihan perpaduan kopi dan kayu manis didasarkan pada potensi besar komoditas tersebut di desa yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Banyak warga di sini merupakan petani kayu manis, namun masih dijual mentah. Kami ingin memperkenalkan Coffee Cinnamon sebagai produk premium. Perpaduan aromanya khas dan memiliki manfaat kesehatan, seperti membantu menjaga berat badan dan meningkatkan konsentrasi,” ujar Ziadaturrahmah saat pelatihan di Rumah Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Desa Silungkang Oso.

Dalam kegiatan pendampingan, mahasiswa memberikan pelatihan pengolahan secara higienis. Mulai dari pemilihan biji kopi berkualitas, proses roasting, pencampuran dengan bubuk kayu manis murni, hingga teknik pengemasan menarik agar memiliki daya saing di pasaran.

Salah seorang peserta pelatihan mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai inovasi kopi kayu manis berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Biasanya kopi hanya disangrai biasa. Tadi diajarkan cara mencampur dengan kayu manis supaya aromanya lebih wangi tanpa merusak rasa kopi. Ini ide bagus untuk usaha rumahan,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada produksi, mahasiswa KKN juga membantu masyarakat dalam pembuatan desain kemasan produk, serta proses pengurusan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) agar produk dapat dipasarkan lebih luas.

Program ini diharapkan dapat terus berlanjut secara mandiri oleh masyarakat Desa Silungkang Oso dan berkembang menjadi produk unggulan desa melalui konsep One Village One Product. (*)