EkBisPADANG

UMKM Dominasi Perizinan Usaha di Kota Padang

4
×

UMKM Dominasi Perizinan Usaha di Kota Padang

Sebarkan artikel ini
Kepala DPMPTSP Kota Padang, Swesti Fanloni. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyatakan kemudahan layanan perizinan melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) kian mendorong geliat usaha di Kota Padang.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 17.085 Nomor Induk Berusaha (NIB) diterbitkan DPMPTSP Kota Padang, dengan 99,8 persen di antaranya berasal dari pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Data ini menegaskan peran UMKM sebagai tulang punggung utama perekonomian daerah.

Kepala DPMPTSP Kota Padang, Swesti Fanloni, mengatakan dominasi UMKM dalam penerbitan NIB menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melegalkan usaha, seiring layanan perizinan yang semakin mudah, cepat, dan tanpa biaya.

“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan perizinan yang sederhana dan inklusif. Melalui OSS-RBA, masyarakat bisa mengurus NIB dengan mudah, gratis, dan resmi. Tingginya penerbitan NIB dari UMKM membuktikan bahwa kemudahan ini benar-benar dirasakan dan dimanfaatkan pelaku usaha,” ujarnya, Kamis (5/2).

Berdasarkan data DPMPTSP Kota Padang, ia memaparkan total 17.085 NIB yang terbit pada 2025, sebanyak 17.058 NIB merupakan usaha skala UMK, sementara 40 NIB berasal dari non-UMK.

Jika ditinjau dari status penanaman modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan 17.085 NIB, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat 13 NIB.

Dari sisi sebaran kegiatan usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), proyek usaha perorangan masih mendominasi. Tercatat 23.589 proyek UMK perorangan, disusul 10.222 proyek UMK badan usaha. Sementara itu, proyek non-UMK perorangan hanya 29 proyek, dan non-UMK badan usaha sebanyak 849 proyek.

Menariknya, kata Swesti, mayoritas usaha yang terdaftar melalui OSS-RBA di Kota Padang tergolong berisiko rendah. Sepanjang 2025, terdapat 24.374 proyek usaha berisiko rendah, 4.552 proyek menengah rendah, 4.415 proyek menengah tinggi, dan 1.348 proyek berisiko tinggi.

“Kondisi ini menunjukkan struktur usaha di Kota Padang masih didominasi sektor-sektor yang relatif aman dan mudah dikembangkan,” katanya.

Untuk periode Desember 2025, sambung Swesti, DPMPTSP Kota Padang mencatat penerbitan 1.119 NIB, yang terdiri dari 1.115 UMK dan 4 non-UMK, dengan total 2.122 proyek usaha tercatat. Dari jumlah tersebut, usaha berisiko rendah kembali mendominasi dengan 1.552 proyek.