UTAMA

Ketua PWI Pusat Akhmad Munir: Wartawan Perempuan Masih Langka, hanya 10-20 Persen

5
×

Ketua PWI Pusat Akhmad Munir: Wartawan Perempuan Masih Langka, hanya 10-20 Persen

Sebarkan artikel ini
Silaturahmi Wartawan Perempuan se-Indonesia di Pendopo Gubernur Banten KP3B Kota Serang, Sabtu (7/2). AFRIANITA

SERANG, HARIANHALUAN.id — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa wartawan perempuan memiliki kemampuan dan profesionalisme yang tidak kalah dengan wartawan laki-laki.

Hal tersebut disampaikannya saat Silaturahmi Wartawan Perempuan se-Indonesia di Pendopo Gubernur Banten KP3B Kota Serang, Sabtu (7/2).

Menurut Akhmad Munir, di tanah air wartawan perempuan masih sangat langka, jumlahnya hanya 10 hingga 20 persen.

Meskipun masih minim dari segi jumlah, kontribusi dan kualitas wartawan perempuan semakin terlihat nyata di berbagai bidang jurnalistik.

“Wartawan perempuan juga bisa menjadi wartawan yang profesional dan mampu bersaing setara dengan wartawan laki-laki,” ujar Akmad Munir.

Ia mencontohkan sejumlah wartawan perempuan yang berhasil mencapai cita-citanya, bahkan menjadi figur publik, pemilik media, hingga mentri seperti Rosiana Silalahi, Najwa Sihab, Mutia Hafidz hingga Uni Lubis, Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia.

Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa profesi wartawan dapat menjadi jalan pengabdian yang luas, tidak hanya di media, tetapi juga di ruang publik.

Selain itu, wartawan perempuan juga dinilai aktif membangun komunitas dan forum yang menjadi wadah bagi perempuan Indonesia untuk saling berbagi, menguatkan, dan mengembangkan kapasitas diri.

Keberadaan forum-forum tersebut berperan penting dalam mendorong konsistensi dan keberlanjutan peran perempuan di dunia jurnalistik.

Akmad Munir juga menyoroti potensi spesifik yang dimiliki wartawan perempuan. Kemampuan komunikasi yang luwes dan daya tarik personal menjadi keunggulan tersendiri.

“Perempuan memiliki kelebihan dalam membangun jejaring. Mereka cenderung lebih mudah merangkul narasumber dan menjalin komunikasi yang baik, sehingga sangat mendukung kualitas liputan,” katanya.

Dari sisi kualitas intelektual, Akmad Munir menegaskan bahwa wartawan perempuan memiliki kemampuan yang setara karena itu, tidak ada alasan untuk membatasi ruang karier perempuan di dunia media.

“Justru, PWI mendorong semakin banyak perempuan terlibat aktif dan berkembang sebagai jurnalis profesional,” ujarnya lagi.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, PWI berharap wartawan perempuan di seluruh Indonesia semakin termotivasi untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, profesional, dan berdampak positif bagi masyarakat luas. (h/ita)