UTAMA

Air Mata Maryunis di Tengah Keterbatasan : Rumah Berdinding Terpal, Tak Tersentuh Bantuan

12
×

Air Mata Maryunis di Tengah Keterbatasan : Rumah Berdinding Terpal, Tak Tersentuh Bantuan

Sebarkan artikel ini

Laporan: Leni Marlina

Maryunis (61) ingin menyampaikan apa yang ia dan keluarganya rasa, tapi tidak bisa. Suaranya tercekat di tenggorokan. Hanya isak tangis yang terdengar lirih. Lalu, dengan suara terbata-bata ia berkata, “Mohon dibantu Bu, rumah kami tidak layak.”

Ini adalah sekelumit cerita yang ditemui anggota DPRD Sumbar, Endarmy saat turun melaksanakan reses di daerah pemilihannya di Kota Pariaman, tepatnya di Desa Pungguang Ladiang. Pada Rabu (4/2), Endarmy turun ke Pungguang Ladiang untuk menjemput aspirasi masyarakat setempat.


Maryunis adalah warga Dusun Sampan, Desa Pungguang Ladiang, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, yang masuk kategori warga tidak mampu. Saat pelaksanaan reses politisi NasDem itu, Maryunis adalah salah satu warga yang diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, tapi saat sudah memegang mikrofon ia tidak bisa berkata-kata. Ia seolah menanggung beban berat di dada, hingga sesaat tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.


Melihat kondisi psikologis Maryunis, usai gelaran reses tersebut Endarmy tergerak untuk mengunjungi rumah yang bersangkutan secara langsung. Pada Jumat (6/2), Endarmy bersama tim turun meninjau kondisi rumah Maryunis.


Saat meninjau rumah Maryunis kenyataan yang ditemui Endarmy beserta rombongan sungguh mencengangkan. Maryunis bersama keluarga tinggal di rumah yang jauh dari kata layak. Rumah Maryunis hanya berlantaikan tanah, dindingnya ditutup dengan terpal, tidak ada dapur dan sanitasi yang memadai. Semua barang milik keluarga tersusun di lantai rumah.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Berjanji Segera Tertibkan Pemandian Ilegal di Lembah Anai


Pemandangan ini membuat Endarmy hampir tak percaya, di mana ternyata masih ada hunian warga di wilayah Kota Pariaman berada dalam kondisi sangat memprihatinkan, dan belum tersentuh bantuan. Endarmy menyatakan keprihatinan atas apa yang ia lihat.


“Pantas saja ketika menyampaikan aspirasi dalam reses kemarin yang bersangkutan hanya berlinang air mata dan kehabisan kata-kata. Setelah kami lihat langsung ke sini ternyata kondisinya memang sangat memprihatinkan,” ujar Endarmy usai kunjungan tersebut.


Menyikapi apa yang dialami warga Kota Pariaman tersebut, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumbar itu mengatakan, usai kunjungan pihaknya telah meminta kelengkapan administrasi terkait rumah Maryunis sebagai langkah awal untuk mengupayakan bantuan.


Dokumen yang diminta disiapkan oleh keluarga dengan dibantu pihak desa itu di antaranya, dokumen kepemilikan lahan, dokumentasi kondisi rumah, serta persyaratan pendukung lainnya.
Ia menegaskan, akan menindaklanjuti hal ini sesuai kewenangan dan mekanisme yang dimiliki DPRD Sumbar. “Kami akan mengupayakan solusi melalui jalur perencanaan dan penganggaran yang tersedia agar rumah ini dapat ditangani,” ujarnya.

Baca Juga  Dirut PLN Darmawan Prasodjo Terpilih Sebagai Tokoh Transformasi Digital Kelistrikan Nasional


Saat peninjauan tersebut, Endarmy juga menyempatkan berdialog dengan anak Maryunis yang bernama Fadil. Fadil menjelaskan rumah itu selama ini ditinggali kedua orang tuanya dan belum pernah menerima bantuan, sehingga dibangun seadanya karena keterbatasan biaya.


Ia juga menuturkan bahwa dirinya satu-satunya anak yang tinggal di Kota Pariaman. Saat ini ia telah berumah tangga dan menetap terpisah dari orang tua. Dari empat bersaudara, dua merantau dan satu lainnya masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi.


Sehari-hari, kata Fadil, Maryunis menggantungkan hidup dari bertani. Namun, lahan yang mereka garap baru-baru ini terdampak banjir sehingga tidak lagi dapat diandalkan. Karena rumah tersebut berada di kawasan rawan banjir, untuk sementara Maryunis dan anggota keluarga yang lain juga terpaksa diungsikan dan tinggal di rumah kontrakan yang disewa anak Fadil.


Kepala Desa Punggung Ladiang, Aulia Mardhi Arif, yang turut mendampingi kunjungan, menyatakan komitmennya untuk mengawal proses pelengkapan administrasi rumah tersebut untuk kemudian diserahkan kepada Endarmy. Hal ini agar bantuan untuk Maryunis dan keluarga bisa dapat segera terealisasi. (h/*)