KAMPUS

UNAND Dorong Transformasi Humas Berbasis Reputasi

0
×

UNAND Dorong Transformasi Humas Berbasis Reputasi

Sebarkan artikel ini
Workshop Kehumasan bertajuk “Transformasi Kehumasan UNAND: dari Informasi ke Reputasi”. NURFATIMAH

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Universitas Andalas (UNAND) menegaskan langkah strategis memperkuat peran kehumasan dari sekadar penyampai informasi menjadi pengelola reputasi institusi melalui Workshop Kehumasan bertajuk “Transformasi Kehumasan UNAND: dari Informasi ke Reputasi”.

Kegiatan yang digelar pada 7–8 Februari lalu di Convention Hall Kampus Limau Manis ini menjadi momentum penting bagi UNAND dalam menjawab tantangan keterbukaan publik dan kompetisi global pendidikan tinggi.

Workshop yang diinisiasi Kantor Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik UNAND tersebut digelar sebagai respons atas kebutuhan penguatan koordinasi, keseragaman strategi komunikasi, serta peningkatan kapasitas kehumasan di seluruh lini organisasi, mulai dari tingkat universitas, fakultas, pascasarjana, rumah sakit, hingga unit kerja.

Sekretaris Universitas Andalas, Aidinil Zetra menyebutkan bahwa peran humas di lingkungan perguruan tinggi tidak lagi dapat dibatasi pada fungsi informatif semata. Menurutnya, humas harus mampu berkontribusi langsung dalam membangun dan menjaga reputasi institusi secara berkelanjutan.

Baca Juga  HMI Pasbar Gelar Milad ke 79

“Transformasi kehumasan merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Humas UNAND harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan strategis, mampu membaca dan mengelola isu, serta memastikan setiap pesan yang disampaikan kepada publik selaras dengan visi, misi, dan tujuan besar universitas,” ujar Aidinil.

Ia menambahkan, di tengah arus informasi yang begitu cepat dan terbuka, reputasi institusi menjadi aset strategis yang hanya dapat dijaga melalui komunikasi yang terukur, konsisten, dan berbasis perencanaan yang matang.

Sejalan dengan itu, Wakil Rektor I UNAND, Prof. Syukri Arief, menekankan bahwa kehumasan harus dijalankan sebagai fungsi manajerial strategis. Menurutnya, perkembangan teknologi digital menuntut humas UNAND untuk adaptif terhadap electronic public relations (e-PR), pengelolaan media sosial, serta peningkatan akuntabilitas komunikasi publik yang profesional dan berintegritas.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dengan pengalaman panjang di bidang komunikasi strategis. Salah satunya, Emilia Bassar yang merupakan praktisi komunikasi senior yang kini menjabat Direktur Komunikasi PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sekaligus pendiri Center for Public Relations, Outreach, and Communication (CPROCOM).

Baca Juga  Kampanyekan Usia Perkawinan Ideal, Tim FK Unand Edukasi Siswa SMAN 2 Sipora

Emilia mengatakan betapa pentingnya perencanaan komunikasi yang berangkat dari tujuan akhir organisasi. Ia mendorong humas untuk bekerja berbasis riset, melakukan pemetaan pemangku kepentingan, serta menetapkan tujuan komunikasi yang SMARTER—Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound, Evaluated, and Reviewed disertai evaluasi kinerja yang sistematis.

“Humas harus mampu menjawab pertanyaan mendasar: dampak apa yang ingin dicapai organisasi, dan sejauh mana komunikasi berkontribusi secara nyata terhadap pencapaian tujuan tersebut,” ujar Emilia.

Sementara itu, narasumber lainnya, Takhta Pandu Padmanagara, B.Comm, Lead Strategist sekaligus Founder Commpac InboundID Network, menyoroti pentingnya pengelolaan komunikasi digital, penguatan relasi media, serta pemanfaatan konten kreatif dan storytelling sebagai instrumen utama membangun keterlibatan publik di ruang digital yang kian dinamis.