NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 10 Januari 2026: Cuaca Ekstrem dan Karhutla Jadi Ancaman Kalimantan

3
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 10 Januari 2026: Cuaca Ekstrem dan Karhutla Jadi Ancaman Kalimantan

Sebarkan artikel ini
Tim gabungan berhasil mengevakuasi korban dari reruntuhan rumah yang roboh akbat angin kencang di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada Minggu (8/2). Sumber foto: BPBD Kota Balikpapan

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pemantauan intensif terhadap dinamika kebencanaan di wilayah Kalimantan, seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem yang berdampak pada keselamatan masyarakat. Kondisi atmosfer yang tidak stabil memicu berbagai kejadian hidrometeorologi, sementara di sisi lain, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius di sejumlah daerah.

Dalam periode pemantauan 9–10 Februari 2026, BNPB mencatat kejadian baru angin kencang di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (8/2). Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia serta satu unit rumah roboh. Korban telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, dan situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah terkendali.

Meski cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kalimantan, ancaman kebakaran hutan dan lahan tetap berlangsung dan menunjukkan tren peningkatan. Di Provinsi Kalimantan Barat, karhutla telah menghanguskan lahan seluas ±306,404 hektare sejak awal Januari hingga 9 Februari 2026, dengan penambahan terbaru ±64,904 hektare. Beberapa kabupaten, yakni Ketapang, Kubu Raya, Sambas, dan Mempawah, telah menetapkan status Siaga Darurat sebagai langkah antisipatif.

Baca Juga  Shadiq Pasadigoe Desak Percepatan Pembangunan Huntara di Zona Merah Bencana

Kondisi serupa juga terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah, di mana total luasan lahan terbakar tercatat ±228,46 hektare, dengan penambahan ±9,32 hektare berdasarkan data sementara. Situasi ini menegaskan bahwa karhutla masih menjadi ancaman nyata meskipun sebagian wilayah tengah mengalami hujan dan cuaca ekstrem.

Selain itu, BNPB turut memutakhirkan kondisi banjir di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, yang berdampak pada ±1.890 kepala keluarga atau 4.980 jiwa, serta ±1.353 unit rumah terdampak. Saat ini, banjir dilaporkan berangsur surut, dan wilayah tersebut masih berada dalam masa Transisi Darurat hingga pertengahan Februari 2026 dengan pendampingan penanganan yang terus dilakukan.

Baca Juga  BNPB Resmikan 39 Titik Sumber Air Bersih di NTT

Menindaklanjuti situasi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di Kalimantan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, termasuk potensi angin kencang, hujan lebat, dan banjir. Masyarakat diharapkan mengamankan lingkungan sekitar, menghindari aktivitas berisiko saat cuaca buruk, serta mengikuti informasi dan peringatan dini dari instansi terkait.

Pada saat yang sama, BNPB menekankan pentingnya pencegahan karhutla secara berkelanjutan, dengan mengendalikan sumber api sejak dini, tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta memperkuat patroli dan kesiapan sarana pemadaman di wilayah rawan. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana serta menjaga keselamatan dan keberlanjutan lingkungan di Kalimantan.