OPINI

Peluang Fresh Graduate S1 Bidang Teknik setelah Menyelesaikan Pendidikan Profesi Insinyur di UNAND

6
×

Peluang Fresh Graduate S1 Bidang Teknik setelah Menyelesaikan Pendidikan Profesi Insinyur di UNAND

Sebarkan artikel ini

Oleh :

Dr. Ir Hariso, M.Kom, M.Pd T, IPP, IPM

Sekretaris Prodi Pendidikan Insinyur UNAND

Pendidikan Profesi Insinyur tidak hanya diperuntukkan bagi profesional berpengalaman, tetapi juga membuka peluang besar bagi fresh graduate.

Melalui praktik keinsinyuran selama enam bulan dan dukungan jejaring alumni profesional, insinyur muda memiliki kesempatan untuk diarahkan, dibimbing, serta lebih siap memasuki dunia kerja secara profesional dan beretika.

Sebagian besar lulusan Program Pendidikan Profesi Insinyur (PPI) di Universitas Andalas selama ini didominasi oleh para profesional yang telah lama berkecimpung di dunia kerja. Bahkan dapat dikatakan bahwa sekitar 99 persen pesertanya merupakan praktisi yang telah mendalami bidang keinsinyuran dalam waktu yang tidak singkat.

Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan kritis: bagaimana peluang bagi fresh graduate yang memilih menempuh Pendidikan Profesi Insinyur sejak awal kariernya? Apakah mereka akan kalah bersaing, atau justru memiliki keunggulan tersendiri?.

Pandangan bahwa PPI lebih “ramah” bagi profesional senior sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Kehadiran para praktisi berpengalaman justru membuka peluang besar bagi insinyur muda, khususnya fresh graduate, untuk tumbuh dalam ekosistem pembelajaran yang kaya akan pengalaman lapangan.

PPI bukan hanya ruang akademik, melainkan arena interaksi profesional lintas generasi, di mana transfer pengetahuan, nilai, dan etos kerja terjadi secara langsung. Dalam konteks ini, fresh graduate tidak berada pada posisi yang lemah, melainkan pada posisi strategis untuk belajar dan membangun jejaring sejak dini.

Keuntungan utama yang dimiliki oleh PPI Universitas Andalas adalah kuatnya jaringan alumni yang telah tersebar luas sebagai profesional di berbagai sektor industri, konstruksi, energi, manufaktur, hingga birokrasi teknis.

Jaringan alumni ini bukan sekadar simbol prestise, tetapi aset nyata yang dapat membuka akses bagi insinyur muda terhadap dunia kerja.

Baca Juga  Dikorbankan Demi Holding

Bagi fresh graduate, berinteraksi langsung dengan para profesional selama masa pendidikan profesi memungkinkan mereka mendapatkan arahan, bimbingan, bahkan rekomendasi kerja berbasis penilaian langsung atas kompetensi dan etika kerja yang ditunjukkan selama proses pembelajaran.

Lebih jauh, kekhawatiran bahwa fresh graduate belum memiliki pengalaman kerja yang memadai sebenarnya telah diantisipasi melalui desain kurikulum PPI itu sendiri.

Salah satu kekuatan utama PPI adalah kewajiban melaksanakan praktik keinsinyuran selama kurang lebih enam bulan. Dalam periode ini, peserta tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi benar-benar terlibat dalam aktivitas keinsinyuran yang nyata, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi pekerjaan teknik.

Bagi fresh graduate, masa praktik ini menjadi ajang pengasahan kompetensi yang sangat krusial, karena mereka belajar langsung menghadapi dinamika proyek dan budaya kerja profesional. Praktik keinsinyuran tersebut secara efektif memperkecil jurang antara lulusan baru dan profesional berpengalaman.

Fresh graduate yang menyelesaikan PPI tidak lagi dapat dipandang sebagai lulusan tanpa pengalaman, melainkan sebagai insinyur muda yang telah melewati proses pembelajaran berbasis praktik, supervisi, dan evaluasi profesional. Dengan demikian, mereka memiliki modal awal yang jauh lebih kuat dibandingkan lulusan S1 yang langsung terjun ke dunia kerja tanpa pendidikan profesi.

Selain aspek teknis, PPI juga membentuk karakter profesional insinyur muda melalui penanaman etika profesi, tanggung jawab terhadap keselamatan publik, serta kepatuhan terhadap regulasi dan standar keinsinyuran. Nilai-nilai ini menjadi pembeda penting di dunia kerja, di mana perusahaan dan pengguna jasa tidak hanya mencari tenaga yang cerdas secara teknis, tetapi juga dapat dipercaya secara profesional.

Baca Juga  P5 Kearifan Lokal: SMA Islam Al Ishlah Bangun Profil Pelajar Pancasila Lewat Makan Bajamba 

Fresh graduate yang telah menyelesaikan PPI cenderung memiliki kesadaran etis dan profesional yang lebih matang dibandingkan rekan seangkatannya yang belum melalui jalur profesi.

Penting pula dicatat bahwa dunia industri saat ini semakin menghargai calon tenaga kerja yang menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap profesinya.

Keputusan fresh graduate untuk mengambil Pendidikan Profesi Insinyur dapat dibaca sebagai sinyal kuat bahwa mereka serius meniti karier keinsinyuran secara profesional, bukan sekadar mencari pekerjaan sementara. Sinyal ini menjadi nilai tambah di mata pemberi kerja, terlebih jika didukung oleh pengalaman praktik keinsinyuran dan jejaring alumni yang kuat.


Memang, fresh graduate yang menempuh PPI tetap menghadapi tantangan, terutama dalam membangun kepercayaan diri dan menempatkan diri di tengah dominasi profesional senior. Namun, tantangan ini justru menjadi bagian dari proses pembentukan mental dan sikap profesional.

Dengan lingkungan belajar yang kolaboratif dan dukungan alumni yang telah mapan, insinyur muda memiliki ruang untuk tumbuh, diarahkan, dan diberi kesempatan secara bertahap.

Pada akhirnya, dominasi profesional berpengalaman dalam PPI Universitas Andalas tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan bagi fresh graduate, melainkan sebagai peluang emas.

Melalui pendidikan profesi, praktik keinsinyuran selama enam bulan, serta jaringan alumni yang luas, fresh graduate memiliki bekal yang kuat untuk memasuki dunia kerja dengan kesiapan yang lebih matang.

Pendidikan Profesi Insinyur bukan hanya mengesahkan kompetensi, tetapi juga membuka jalan bagi insinyur muda untuk tumbuh di bawah bimbingan para profesional, sehingga mampu berkontribusi secara nyata bagi dunia keinsinyuran dan pembangunan nasional. (*)