PADANG, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kota (Pemko) Padang turut berpartisipasi pada operasi bersih pantai yang digelar Polda Sumatera Barat bersama TNI di kawasan Pantai Padang, Selasa (10/2). Dalam operasi bersih itu sekitar lima ton sampah berhasil dibersihkan.
Jumlah itu menjadi cermin nyata persoalan serius pengelolaan sampah, khususnya sampah rumah tangga yang masih berujung ke sungai dan laut.
Aksi bersih pantai ini melibatkan ratusan personel gabungan Ditpolairud dan Ditsamapta Polda Sumbar, TNI AL, TNI AD, TNI AU, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Para personel menyisir bibir pantai dan muara, mengangkut sampah plastik, kayu, hingga limbah domestik yang mencemari kawasan pesisir.
Wakil Kepala Polda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, menegaskan kebersihan lingkungan tidak bisa terus-menerus diselesaikan di hilir dengan membersihkan pantai dan laut semata. Persoalan utama justru harus diselesaikan dari hulu dari rumah tangga dan lingkungan tempat tinggal masyarakat.
“Kalau hari ini kita angkut sampai lima ton sampah, itu artinya ada persoalan serius di hulu. Jangan buang sampah sembarangan, apalagi ke sungai. Semua akhirnya bermuara ke laut,” tegasnya.
Solihin menekankan budaya hidup bersih harus dibangun sejak dini dan dimulai dari rumah. Apabila masyarakat disiplin mengelola sampah dari sumbernya, beban pencemaran di sungai dan laut dapat ditekan secara signifikan.
“Rumah tangga adalah kunci. Kalau dari rumah sudah tertib, pantai dan laut tidak akan jadi tempat penampungan sampah,” katanya.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 450 personel Polri diterjunkan, didukung 150 personel gabungan TNI. Wakapolda Sumbar itu memastikan kegiatan ini tidak akan berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi akan dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lintas sektor.
“Pantai Padang ini wajah Sumatera Barat. Kalau wajahnya kotor, citra daerah juga ikut tercoreng,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Pantai Padang tidak hanya dikunjungi masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah. Kebersihan kawasan wisata berbanding lurus dengan kenyamanan pengunjung dan keberlanjutan pariwisata.






