PADANG, HARIANHALUAN.ID – Warga sekitar mengeluhkan kondisi jalan yang rusak di Jalan Konservasi Utara Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah. Jalan berlubang terlihat di beberapa titik yang cukup rentan bagi pengendara maupun pejalan kaki.
Kondisi ini kian diperparah pada malam hari karena minimnya penerangan, dan bahkan rumput liar yang lebat menutup sebagian ruas jalan.
Salah seorang warga sekitar, Leni, mengatakan kondisi jalan rusak ini sejak dahulunya ada. Walaupun sempat dilakukan penambalan, namun akhirnya kembali rusak.
“Penambalan jalan sudah ada dan dilaksanakan, namun tetap saja beberapa titik fatal jalan tersebut kembali rusak dan berlubang lagi. Rumput liar juga sudah dibersihkan dinas terkait dulunya, tapi sekarang kembali tumbuh,” ujarnya, Senin (9/2) kemarin.
Selama Leni menetap di Jalan Konservasi Utara ini, dirinya sudah melihat beberapa kejadian seperti kecelakaan dan terjatuh, bahkan itu menimbulkan korban jiwa. “Waktu itu tiga tahun belakang, pernah terjadi tabrakan beruntun empat pengendara motor. Satu di antaranya masuk ke sungai buatan. Kita tidak tahu itu salah siapa dan apakah penyebab dari jalan berlubang ini. Yang pasti kecelakaan di jalan ini sudah ada merenggut nyawa,” jelasnya.
Sebab tak diindahkannya jalan ini, tutur Leni, bahkan warga sekitar ataupun pengendara yang sering melintas di Jalan Konservasi Utara sudah mengetahui dan mengakali agar terhindar dari jalan berlubang tersebut.
Warga sekitar juga sangat paham dengan kondisi jalan. Apabila ada rumah warga di tepi jalan, mereka turut inisiatif membersihkan rumput liar di sekitar jalan.
Leni dan mewakili warga lainnya, sangat berharap agar ke depannya ada solusi dan perhatian serius. Sebab dari beberapa perbaikan swadaya warga itu tidak bertahan lama dan kembali rusak.
Senada dengan itu salah seorang pemilik usaha sekitar menyampaikan keresahan tidak bertahan lamanya aspal di Jalan Konservasi Utara. Bahkan warga sekitar turut serta inisiatif mengakali agar jalan berlubang tertutupi.
“Kami juga sudah melakukan inisiatif berupa semen jalan, pembersihan rumput liar, bahkan juga sudah memikirkan tiang tenaga surya untuk menerangi jalan,” ucapnya. Alasannya, jalan ini sudah menjadi jalan utama bagi warga sekitar, karena menghubungkan jalan aktivitas keseharian warga yang lain. Ia juga memberikan saran dan solusi terkait perbaikan jalan agar dipertimbangkan ketahanannya ke depan. (*)






