PADANG, HARIANHALUAN.ID — Di tengah lalu lintas yang tak pernah benar-benar ramah, para mitra driver setiap hari bertaruh dengan risiko. Panas, hujan, hingga potensi kecelakaan menjadi bagian dari rutinitas. Karena itu, perlindungan sosial bukan lagi sekadar formalitas administratif, melainkan kebutuhan nyata.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi, Wendri A Rose, dalam kegiatan sosialisasi bersama GoTo dan Gojek di Waroeng Assyik Patriot, Padang Selatan, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini dihadiri mitra driver dari Padang dan Bukittinggi.
Terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2025 tentang Penyesuaian Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi Peserta Bukan Penerima Upah semakin memperkuat landasan perlindungan bagi pekerja sektor informal, termasuk mitra driver.
“Mitra pengemudi memiliki risiko kerja yang nyata di lapangan. Melalui kepesertaan JKK dan JKM, negara hadir memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja maupun santunan kematian. Ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam skema JKK, peserta berhak atas jaminan biaya perawatan dan pengobatan sesuai ketentuan apabila mengalami kecelakaan kerja. Sementara dalam JKM, ahli waris berhak atas santunan apabila peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.
Kolaborasi bersama GoTo melalui Program Apresiasi Mitra (PAM) dinilai sebagai langkah konkret memperluas cakupan perlindungan sosial. Dalam program tersebut, GoTo menanggung iuran JKK dan JKM bagi mitra yang memenuhi kriteria.
“Kami mengapresiasi langkah GoTo yang secara aktif mendorong dan bahkan menanggung iuran bagi mitra. Ini mempercepat perluasan kepesertaan dan memastikan para pekerja informal terlindungi,” katanya.
Tak hanya BPJS Ketenagakerjaan, program tersebut juga membuka akses kepesertaan BPJS Kesehatan secara opsional bagi mitra, sehingga perlindungan yang diterima menjadi lebih komprehensif.
Selain perlindungan sosial, PAM juga menghadirkan berbagai bentuk apresiasi seperti paket data, voucher listrik gratis, voucher kebutuhan pokok, hingga peluang tambahan order bagi mitra berprestasi. Bagi para pengemudi, insentif tersebut menjadi penopang tambahan di tengah fluktuasi pendapatan harian.
Salah seorang mitra, Andrew, mengaku merasa lebih tenang dengan adanya perlindungan tersebut.
“Kalau di jalan kita nggak pernah tahu risiko apa yang bisa terjadi. Dengan adanya BPJS yang ditanggung, rasanya lebih aman. Kita kerja juga jadi lebih fokus,” ujarnya.
Mulawarman menegaskan, pihaknya akan terus memperluas literasi dan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan pekerja sektor informal di Sumatera Barat.
“Semakin banyak yang terlindungi, semakin kuat pula fondasi kesejahteraan pekerja kita. Perlindungan adalah investasi sosial jangka panjang,” tutupnya.
Di tengah riuhnya jalanan, kepastian perlindungan menjadi sandaran. Dan bagi para mitra driver, rasa aman kini berjalan beriringan dengan setiap perjalanan. (*)






