HARIANHALUAN.ID – Saya memahami betapa pentingnya memilih akun trading dan perusahaan prop yang tepat untuk mendukung perjalanan di dunia finansial. Dengan semakin banyaknya pilihan di Indonesia, langkah awal yang tepat bisa menjadi pembeda antara sekadar mencoba dan benar-benar membangun karier trading yang berkelanjutan. Memilih akun trading dan prop firm terbaik berarti membuka akses ke modal yang lebih besar, aturan yang jelas, serta peluang untuk mengembangkan strategi dengan lebih percaya diri.
Dalam artikel ini, saya akan membahas berbagai opsi akun trading dan perusahaan prop yang populer serta relevan di Indonesia. Saya juga akan menyoroti faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan, termasuk manajemen risiko yang sesuai dengan kondisi pasar lokal. Dengan begitu, Anda bisa menilai mana yang paling cocok untuk kebutuhan dan tujuan trading pribadi.
1) Atmos Funded
Saya melihat Atmos Funded sebagai salah satu pilihan prop firm yang mulai dikenal di kalangan trader Indonesia. Perusahaan ini menawarkan akses modal hingga sekitar $400,000 tanpa perlu menggunakan dana pribadi. Bagi saya, ini menarik karena memungkinkan trader fokus pada strategi tanpa beban risiko modal awal.
Akun trading Atmos yang dibiayai memberi kesempatan untuk mengelola dana besar dengan aturan yang relatif jelas. Saya menilai pendekatan ini cocok bagi trader yang sudah memiliki pengalaman, tetapi ingin memperbesar kapasitas trading mereka. Skema pendanaan ini juga membantu mempercepat langkah menuju target profit yang lebih tinggi.
Saya perhatikan bahwa Atmos bekerja sama dengan Taurex sebagai penyedia teknologi. Hal ini menunjukkan adanya dukungan infrastruktur yang dapat memberikan eksekusi lebih stabil. Bagi saya, aspek teknis semacam ini penting karena kualitas platform berpengaruh langsung pada hasil trading.
2) Earn2Trade
Saya mengenal Earn2Trade sebagai perusahaan edukasi trading yang berdiri sejak 2017 dan berbasis di Wyoming, Amerika Serikat. Fokus utama mereka adalah memberikan pelatihan bagi trader ritel yang ingin beralih menjadi trader profesional.
Program yang mereka tawarkan mencakup kursus pembelajaran dan akun simulasi untuk trading futures. Dengan akun simulasi ini, saya bisa berlatih dalam kondisi pasar nyata tanpa mempertaruhkan modal pribadi.
Jika saya berhasil mengikuti aturan dan parameter yang ditentukan, saya berkesempatan memperoleh akses ke modal dari perusahaan mitra mereka. Skema ini memungkinkan trader untuk membuktikan kemampuan sebelum mengelola dana nyata.
Saya juga melihat bahwa pendekatan Earn2Trade lebih menekankan pada proses belajar dan disiplin. Bagi saya, ini penting karena keberhasilan trading tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pada keterampilan dan manajemen risiko.
Earn2Trade menjadi salah satu opsi yang patut saya pertimbangkan jika ingin mengembangkan kemampuan trading futures sekaligus membuka peluang untuk mendapatkan pendanaan dari perusahaan prop.
3) Prop Firm Termurah Indonesia 2025
Saya melihat semakin banyak prop firm di Indonesia yang menawarkan biaya terjangkau untuk trader baru. Beberapa program dimulai dari sekitar Rp200 ribu, sehingga akses ke modal besar menjadi lebih mudah tanpa harus mengeluarkan dana pribadi yang besar.
Banyak prop firm murah menyediakan metode pembayaran lokal seperti ShopeePay, Dana, OVO, transfer bank, hingga gerai ritel seperti Alfamart. Hal ini memudahkan saya untuk melakukan pendaftaran dan pembayaran tanpa hambatan konversi mata uang.
Selain biaya, saya juga memperhatikan aturan trading yang ditawarkan. Prop firm dengan biaya rendah biasanya tetap memberikan ketentuan profit split yang kompetitif, meskipun persyaratan drawdown atau target profit bisa berbeda antar perusahaan.
Dengan biaya awal yang kecil, saya bisa mencoba tantangan trading tanpa risiko besar. Jika berhasil, akses ke modal perusahaan dapat membantu saya meningkatkan kapasitas trading lebih cepat dibandingkan hanya mengandalkan modal sendiri.
4) Eightcap
Saya melihat Eightcap sebagai broker yang cukup populer di kalangan trader Indonesia karena dukungan regulasi yang jelas dan akses ke platform perdagangan MT4 dan MT5. Kedua platform ini sudah terbukti stabil dan banyak digunakan, sehingga memudahkan saya untuk beradaptasi tanpa perlu mempelajari sistem baru.
Broker ini menawarkan dua jenis akun utama. Akun Standard memiliki spread mulai dari 1.0 pips tanpa komisi, sedangkan Akun Raw menyediakan spread serendah 0.0 pips dengan komisi $3.5 per lot per sisi. Saya bisa menyesuaikan pilihan akun sesuai dengan strategi dan kebutuhan modal saya.
Eightcap juga menyediakan akses ke lebih dari 600 instrumen, termasuk forex, indeks, komoditas, dan saham. Dengan variasi ini, saya dapat memperluas portofolio tanpa harus membuka akun di banyak broker berbeda.
Bagi trader Indonesia, Eightcap menerima registrasi langsung sehingga saya tidak mengalami kendala administratif dalam membuka akun. Dengan dukungan teknologi yang memadai dan pilihan instrumen yang luas, saya merasa Eightcap dapat menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan.
5) TopstepTrader
Saya melihat TopstepTrader sebagai salah satu prop firm global yang cukup dikenal, termasuk oleh trader di Indonesia. Perusahaan ini berfokus pada kontrak berjangka dan menyediakan jalur evaluasi sebelum trader bisa mengakses akun real dengan dana perusahaan.
Saya menyukai pendekatan dua langkah yang mereka gunakan. Trader perlu melewati tahap simulasi dengan aturan tertentu, seperti target profit dan batas kerugian, sebelum bisa mengelola akun live. Sistem ini membantu memastikan bahwa hanya trader yang konsisten yang bisa lolos.
Topstep menawarkan beberapa pilihan ukuran akun, mulai dari sekitar $50.000 hingga $150.000. Biaya evaluasi berbeda tergantung pada ukuran akun yang dipilih. Bagi saya, fleksibilitas ini memberi kesempatan bagi trader dengan gaya dan kebutuhan modal yang berbeda.
Saya juga memperhatikan bahwa Topstep memiliki reputasi baik dalam mendanai ribuan trader dan membayar penarikan secara rutin. Hal ini membuat saya menilai mereka sebagai opsi yang layak dipertimbangkan oleh trader Indonesia yang ingin fokus pada futures.
6) FTMO
Saya melihat FTMO sebagai salah satu perusahaan prop trading yang cukup mapan dengan reputasi baik di pasar global. Perusahaan ini berdiri sejak 2015 dan berfokus pada evaluasi trader melalui tantangan simulasi risiko, bukan sekadar pendaftaran akun biasa.
Saya menemukan bahwa FTMO menyediakan akun dengan ukuran modal mulai dari sekitar $10.000 hingga $200.000. Trader yang lulus proses evaluasi dapat mengelola dana tersebut tanpa menggunakan modal pribadi, sehingga risiko kerugian pribadi bisa ditekan.
Saya juga mencatat bahwa pembagian keuntungan di FTMO bisa mencapai 90%, tergantung pada ketentuan akun. Aturan trading mereka relatif jelas, termasuk batas drawdown dan target profit yang harus dicapai selama tahap evaluasi.
Saya menilai FTMO cukup transparan dalam hal pembayaran, dan banyak trader melaporkan pengalaman positif terkait pencairan hasil trading. Bagi saya, hal ini menunjukkan kredibilitas perusahaan dalam mendukung trader yang berhasil.
Saya menganggap FTMO cocok bagi trader Indonesia yang ingin menguji kemampuan dengan modal besar tanpa risiko dana pribadi. Namun, tantangan evaluasi tetap menuntut disiplin tinggi, sehingga hanya trader yang konsisten yang bisa berhasil melewatinya.
7) The5ers
Saya melihat The5ers sebagai salah satu perusahaan prop trading yang cukup dikenal sejak berdiri pada tahun 2016. Perusahaan ini berbeda dari broker karena fokusnya langsung pada pendanaan trader, bukan hanya menyediakan platform perdagangan.
Saya menemukan bahwa The5ers menawarkan jalur pendanaan dengan model evaluasi maupun direct funding. Trader dapat mengakses modal yang lebih besar secara bertahap jika mampu menjaga konsistensi dan manajemen risiko.
Saya juga mencatat bahwa programnya digunakan oleh lebih dari 50.000 trader di berbagai negara, termasuk Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa komunitasnya cukup aktif dan mendukung.
Menurut saya, kelebihan utama The5ers adalah fleksibilitas aturan trading dan kesempatan untuk mengelola akun hingga jutaan dolar. Selain itu, mereka menyediakan pilihan gaya risiko yang berbeda sehingga trader bisa menyesuaikan dengan preferensi pribadi.
Saya menilai pendekatan transparan dan pembayaran yang relatif cepat membuat The5ers menarik bagi trader yang ingin fokus pada strategi tanpa terbebani biaya tersembunyi.
8) MyForexFunds
Saya melihat MyForexFunds sebagai salah satu perusahaan prop yang cukup dikenal di kalangan trader global, termasuk trader Indonesia. Program mereka dirancang untuk memberikan akses modal dengan sistem evaluasi yang relatif jelas.
Saya menemukan bahwa mereka menawarkan beberapa jenis akun, mulai dari akun evaluasi hingga akun dengan pendanaan langsung. Struktur ini membantu trader memilih jalur yang sesuai dengan gaya dan pengalaman mereka.
Saya juga memperhatikan bahwa pembagian keuntungan di MyForexFunds cukup kompetitif dibandingkan beberapa prop firm lain. Hal ini memberi insentif bagi trader yang konsisten menghasilkan profit.
Bagi saya, aturan drawdown dan manajemen risiko yang diterapkan cukup ketat, namun masih dalam batas wajar. Aturan ini penting karena membantu menjaga keberlanjutan akun pendanaan.
Saya menilai MyForexFunds bisa menjadi opsi menarik bagi trader Indonesia yang ingin mengembangkan modal tanpa harus menaruh dana besar. Namun, saya tetap menyarankan untuk membaca detail syarat dan ketentuan dengan hati-hati sebelum memulai.
9) OneUp Trader
Saya melihat OneUp Trader sebagai salah satu prop firm yang berfokus pada trading futures dengan model evaluasi yang cukup sederhana. Mereka menggunakan sistem satu tahap sehingga trader tidak perlu melewati banyak level uji coba sebelum bisa mengakses akun funded.
Saya menemukan bahwa biaya evaluasi dimulai dari sekitar USD 65 per bulan, dengan pilihan ukuran akun mulai dari USD 25.000 hingga USD 250.000. Struktur ini memberi fleksibilitas bagi trader dengan modal awal terbatas.
Saya juga mencatat bahwa pembagian keuntungan cukup menarik, yaitu 90% untuk trader, termasuk keuntungan pertama hingga USD 10.000 yang sepenuhnya menjadi milik trader. Skema ini bisa menjadi daya tarik bagi mereka yang ingin memaksimalkan hasil dari kinerja trading.
Menurut saya, OneUp Trader cocok untuk trader yang ingin fokus pada futures tanpa harus mengeluarkan modal besar di awal. Namun, seperti prop firm lainnya, penting untuk memahami aturan drawdown dan manajemen risiko yang ditetapkan agar tetap bisa menjaga akun dalam kondisi aktif.
10) Lux Trading Firm
Saya melihat Lux Trading Firm sebagai salah satu prop firm internasional yang juga terbuka untuk trader dari Indonesia. Perusahaan ini terdaftar di Saint Lucia dan memiliki kantor pembayaran di London, sehingga memberikan struktur operasional yang cukup jelas.
Saya menemukan bahwa mereka menawarkan beberapa pilihan akun evaluasi mulai dari $25.000 hingga $200.000. Model ini memungkinkan saya memulai dengan modal yang sesuai dengan tingkat kenyamanan dan pengalaman saya.
Saya juga mencatat bahwa Lux Trading Firm memberikan pembagian keuntungan yang kompetitif serta opsi leverage yang fleksibel. Aturan evaluasi mereka dibuat untuk menguji konsistensi, bukan sekadar hasil cepat.
Bagi saya, salah satu keunggulan mereka adalah dukungan pada berbagai instrumen pasar dan platform trading modern. Hal ini memberi saya fleksibilitas untuk menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar yang berbeda.
Saya menilai Lux Trading Firm sebagai pilihan yang layak dipertimbangkan jika saya mencari prop firm dengan struktur internasional dan program yang terukur.
Faktor Penting dalam Memilih Akun Trading dan Perusahaan Prop
Saya selalu menilai aspek yang paling berpengaruh pada keberhasilan jangka panjang, seperti perlindungan dana, struktur biaya yang transparan, serta kualitas teknologi yang digunakan. Tiga hal ini menentukan apakah sebuah akun trading atau perusahaan prop benar-benar layak untuk saya gunakan.
Keamanan Dana dan Regulasi
Bagi saya, keamanan dana adalah prioritas utama. Saya hanya memilih broker atau perusahaan prop yang berada di bawah pengawasan lembaga regulasi resmi, misalnya OJK di Indonesia atau FCA di Inggris. Regulasi yang jelas memastikan bahwa dana saya dipisahkan dari dana operasional perusahaan.
Saya juga memperhatikan apakah perusahaan menyediakan skema kompensasi jika terjadi kebangkrutan. Hal ini memberi perlindungan tambahan terhadap risiko yang tidak bisa saya kendalikan.
Selain itu, saya biasanya memeriksa rekam jejak perusahaan melalui ulasan pengguna nyata dan laporan audit. Transparansi dalam laporan keuangan menambah keyakinan bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki praktik yang merugikan trader.
Struktur Biaya dan Komisi
Struktur biaya menentukan seberapa efisien saya bisa mengelola modal. Saya lebih suka perusahaan dengan spread ketat, komisi rendah, dan tanpa biaya tersembunyi. Biaya yang tidak jelas dapat menggerus keuntungan secara signifikan.
Untuk perusahaan prop, saya perhatikan model pembagian keuntungan. Banyak yang menawarkan porsi 70% hingga 90% untuk trader. Namun, saya selalu membaca detail syarat seperti target profit, batas kerugian harian, dan biaya evaluasi awal.
Dukungan Teknologi dan Platform Trading
Platform trading adalah alat utama saya untuk mengeksekusi strategi. Saya mencari perusahaan yang mendukung platform populer seperti MetaTrader 4/5 atau cTrader karena ekosistem indikator dan robot trading yang luas.
Kecepatan eksekusi order juga sangat penting. Latensi tinggi bisa menyebabkan slippage, terutama saat saya trading di pasar yang volatil. Karena itu, saya lebih memilih perusahaan dengan server yang terhubung ke penyedia likuiditas besar.
Selain itu, saya menilai kualitas fitur tambahan seperti dashboard risiko, analitik real-time, dan akses ke API. Fitur ini membantu saya mengelola posisi lebih efisien.
Saya juga menguji layanan dukungan teknis. Respons cepat terhadap masalah teknis bisa menjadi pembeda besar ketika saya menghadapi kendala saat pasar sedang aktif.
Manajemen Risiko untuk Trader di Indonesia
Saya selalu menempatkan manajemen risiko sebagai fondasi utama dalam aktivitas trading. Fokus saya bukan hanya mencari peluang profit, tetapi juga menjaga modal agar tetap aman dan berkelanjutan.
Penerapan Money Management
Saya mengatur ukuran posisi berdasarkan persentase tertentu dari modal, biasanya 1–2% per transaksi. Dengan cara ini, kerugian dari satu posisi tidak akan menggerus akun secara signifikan.
Saya juga menggunakan stop loss yang jelas pada setiap transaksi. Hal ini mencegah saya terbawa emosi ketika harga bergerak berlawanan dengan prediksi. Tanpa stop loss, risiko kehilangan modal bisa meningkat drastis.
Selain itu, saya membedakan antara modal inti dan modal risiko. Modal inti saya simpan untuk menjaga stabilitas, sementara modal risiko saya gunakan untuk peluang dengan potensi keuntungan lebih tinggi.
Penggunaan Leverage secara Bijak
Saya melihat leverage sebagai alat yang bermanfaat, tetapi juga berisiko tinggi bila digunakan berlebihan. Leverage memungkinkan saya membuka posisi lebih besar dari modal yang tersedia, namun saya selalu menghitung potensi kerugian sebelum menggunakannya.
Saya biasanya memilih leverage moderat, seperti 1:50 atau 1:100, agar tidak terlalu membebani margin. Dengan cara ini, saya tetap memiliki ruang untuk menahan fluktuasi harga tanpa terkena margin call terlalu cepat.
Saya juga membatasi jumlah posisi terbuka saat menggunakan leverage. Membuka terlalu banyak posisi dengan leverage tinggi sering kali membuat akun rentan terhadap pergerakan pasar yang tiba-tiba.
Untuk menjaga kedisiplinan, saya mengkombinasikan leverage dengan aturan money management. Misalnya, meskipun broker menyediakan leverage hingga 1:500, saya tidak pernah menggunakan lebih dari yang saya anggap aman sesuai modal.
Dengan disiplin ini, saya bisa memanfaatkan keuntungan leverage tanpa mengorbankan stabilitas akun trading saya.
Kesimpulan
Saya melihat bahwa pemilihan akun trading dan perusahaan prop di Indonesia sangat bergantung pada kebutuhan pribadi setiap trader. Faktor seperti profit split, biaya, aturan drawdown, serta kecepatan pembayaran menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan bergabung.
Bagi saya, transparansi dan dukungan teknis yang konsisten jauh lebih penting daripada sekadar modal besar. Perusahaan yang jelas dalam aturan dan prosesnya memberi rasa aman serta ruang untuk berkembang. Pada akhirnya, saya menilai bahwa memilih akun trading atau prop firm terbaik tidak hanya soal modal, tetapi juga soal kesesuaian strategi dan kenyamanan jangka panjang.






