PADANG, HALUAN – Negara Malaysia menggagas program Visit Malaysia 2026 dengan menawarkan program health tourism (wisata kesehatan). Nantinya para pelancong dari Indonesia bisa berobat ke berbagai rumah sakit sambil berlibur ke destinasi wisata unggulan di Malaysia.
Hal itu disampaikan Konsul Pelancongan/ Director Tourism Malaysia, Rosalina Abdul Rahim, dalam Seminar Minat Khas Wisata Kesehatan dan Liburan Visit Malaysia 2026 di Hotel Truntum Padang, Kamis (12/2/2026).
“Tujuan promosi wisata Visit Malaysia 2026 ini,
untuk menggencarkan kunjungan wisatawan antar bangsa, terutama dengan tetangga terdekat Malaysia yaitu Indonesia khususnya juga di Sumatera Barat dan juga sebaliknya”, katanya.
Ia mengatakan health tourism memiliki peluang meningkatkan kunjungan wisatawan, sebab segmen masyarakat Indonesia ketika datang ke Malaysia biasanya untuk berlibur, berbelanja, berobat, dan kuliner.
Untuk masalah kesehatan, ia menyebut banyak masyarakat Indonesia yang datang ke Malaysia berobat untuk mendapatkan fasilitas layanan kesehatan terbaik, bertemu dengan dokter terbaik dengan biaya layanan yang terjangkau, dan juga sambil berlibur.
“Kita memang mempromosikan semua rumah sakit di bawah Malaysia Health Medical Tourism. Semua termasuk biro perjalanan kita dukung yang menjual paket ke Malaysia. Begitupun rumah sakit di Malaysia yang mempromosikan Health Tourism,” jelasnya.
Untuk mempromosikan wisata kesehatan, Malaysia juga merangkul travel agen di Indonesia, untuk menawarkan paket wisata kesehatan bagi wisatawan yang akan berlibur ke Malaysia.
Rosalina menyebut pada tahun 2025 lalu, dari Januari hingga November, setidaknya ada 3,8 juta wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Malaysia.
Di tempat yang sama, Deputy Manager Group of Marketing and Strategic Communication KPJ Healthcare Berhad, Mohd. Khairuddin Khudri yang turut hadir pada seminar, mengatakan untuk layanan Health Tourism, KPJ menawarkan rumah sakit spesialis untuk masyarakat Sumatera Barat yang ingin berobat ke Malaysia, dengan menjemput pasien di bandara lalu membawa pasien ke hotel yang berdekatan dengan rumah sakit KPJ.
“Cara kami menerima pasien adalah dengan mendapatkan laporan kesehatan pasien, lalu memberikan anggaran dan waktu yang diperlukan untuk tinggal di Malaysia selama penngobatan, serta membantu pasien untuk membuat keputusan mengambil perawatan yang dibutuuhkan”, tuturnya.
Selain itu, KPJ juga bekerja sama dengan biro perjalanan di Padang dalam memudahkan membawa pasien untuk berobat ke Kuala Lumpur.
Ia menyebut 80 persen pasien yang berobat ke KPJ Hospital merupakan masyarakat yang berasal dari Indonesia.
“Mereka biasa berobat untuk layanan ortopedi, neurologi, dan juga perawatan sakit kanker,” sebutnya.
Salah satu travel agen tersohor di Malaysia yaitu Annajwa Travel juga turut menyampaikan kerjasama yang bisa dilakukan dengan travel agen di Malaysia.
“Harapan kami, kedepannya lebih ramai pengunjung daripada Padang ke Malaysia,” tutur Muszaki dari Annajwa Travel. (h/yes)



