PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Pengembangan usaha perikanan desa berbasis bioflok dan akuaponik mulai digencarkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. Program ini diarahkan menjadi pemasok utama kebutuhan ikan lele untuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut ditandai dengan penebaran ribuan benih lele oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad di lokasi budidaya Desa Ampalu, Selasa (10/2). Penebaran benih dilakukan pada kolam sistem bioflok yang dikelola langsung oleh BUMDes bersama kelompok masyarakat.
Yota Balad menilai inisiatif BUMDes mengembangkan budidaya lele menjadi contoh konkret penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Menurutnya, BUMDes memang didorong menjadi motor penggerak usaha produktif masyarakat.
“Program budidaya lele ini bukti BUMDes bisa menjadi penggerak ekonomi lokal dan membuka sumber pendapatan baru bagi warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil panen lele direncanakan menjadi salah satu sumber bahan pangan untuk dapur MBG di Kota Pariaman, khususnya wilayah Pariaman Utara. Skema ini diharapkan menciptakan rantai pasok pendek dari desa ke program pemenuhan gizi.
Selain perikanan, kawasan budidaya juga memiliki lahan kosong yang mulai diarahkan untuk pengembangan sayuran hidroponik. Dengan demikian, satu kawasan dapat menghasilkan protein dan sayur sekaligus.
Ketua BUMDes Ampalu Makmur, Syafri Hendri, menyebutkan sistem yang digunakan menggabungkan bioflok dan akuaponik, yakni integrasi budidaya ikan dan tanaman dalam satu siklus yang saling mendukung.
Saat ini terdapat 10 kolam bioflok dengan kapasitas sekitar 3.000 ekor lele per kolam. Dari satu siklus produksi tiga bulan, estimasi keuntungan usaha dapat mencapai sekitar Rp28,5 juta.
BUMDes juga mulai menerima permintaan lele segar dan lele salai dari dapur MBG, serta menyiapkan produk olahan lele siap saji untuk dipasarkan ke sejumlah instansi. Desa Ampalu pun ditargetkan menjadi salah satu sentra penghasil lele di Kota Pariaman. (*)






