HEADLINEPERISTIWA

Sungai Batang Pelangai Memakan Korban, Pelajar 13 Tahun Hanyut dan Masih Dalam Pencarian

7
×

Sungai Batang Pelangai Memakan Korban, Pelajar 13 Tahun Hanyut dan Masih Dalam Pencarian

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Seorang remaja dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran Sungai Batang Pelangai, Kampung Sungai Liku Tengah, Kenagarian Sungai Liku Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (14/2/2026) sore.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Tampat Tanjung Gadang.

Korban diketahui bernama Aska (13), seorang pelajar asal Kampung Kelok Koto Langang, Kenagarian Sungai Liku Pelangai.

Berdasarkan keterangan saksi, saat itu korban mandi-mandi bersama sejumlah rekannya di sungai tersebut. Salah seorang saksi, Alip (15), menuturkan bahwa sebelum dinyatakan hilang, korban sempat menyelam di aliran sungai.

“Saat itu Aska menyelam, lalu terlihat mengangkat kedua tangannya seperti meminta tolong,” ujar Uyung (15), teman korban yang juga berada di lokasi.

Melihat kejadian itu, Uyung segera meminta bantuan kepada Alip. Tanpa ragu, Alip langsung berlari dan menyelam untuk mencoba menolong korban. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Korban tak lagi terlihat di permukaan air. Alip sempat menyusuri aliran Sungai Batang Pelangai hingga ke jalur hilir dan bertanya kepada warga yang sedang mencuci pakaian di tepi sungai. Namun tidak ada yang melihat seorang anak hanyut melintas.

Baca Juga  Selama 2022 Kecelakaan Lalu Lintas di Agam Meningkat, 31 Orang Meninggal Dunia

Karena hari mulai gelap menjelang Magrib, para saksi dan teman-temannya kembali ke rumah dengan dugaan korban telah lebih dulu pulang.

Laporan hilangnya korban baru diterima aparat pada malam hari. Sekitar pukul 21.30 WIB, personel piket SPKT Polsek Ranah Pesisir bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, Wali Nagari Sungai Liku Pelangai, seluruh kepala kampung, personel BPBD Pos Ranah Pesisir, serta masyarakat setempat turun langsung melakukan pencarian.

Namun proses pencarian menghadapi kendala berat. Debit air Sungai Batang Pelangai dilaporkan meningkat akibat curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi gelap dan arus yang deras membuat tim kesulitan melakukan penyisiran.
Sekitar pukul 22.30 WIB, pencarian sementara dihentikan demi keselamatan tim gabungan. Aparat dan relawan tetap bersiaga di sekitar lokasi.

Baca Juga  Hujan Deras, 5 Kecamatan di Padang Terendam Banjir

Kapolsek Ranah Pesisir, Iptu Okdianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperluas pencarian.

“Kami bersama unsur TNI, pemerintah nagari, BPBD dan masyarakat sudah melakukan upaya pencarian maksimal malam ini. Namun karena kondisi arus sungai meningkat dan cuaca kurang bersahabat, pencarian kami hentikan sementara demi keselamatan personel,” ujar Iptu Okdianto.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas dan BPBD Kabupaten Pesisir Selatan untuk melanjutkan pencarian pada Minggu pagi.

“Besok pagi tim gabungan akan kembali melakukan penyisiran lebih intensif. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama saat cuaca hujan karena debit air bisa naik secara tiba-tiba,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian. Aparat dan warga setempat tetap bersiaga menunggu proses pencarian lanjutan yang dijadwalkan dilakukan esok hari. (*)