PERISTIWA

Banjir Kembali Terjang Tapanuli Tengah, Warga Dievakuasi

1
×

Banjir Kembali Terjang Tapanuli Tengah, Warga Dievakuasi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Banjir kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, usai hujan deras mengguyur sejak siang tadi, Senin (16/2).

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengatakan hingga malam ini hujan masih turun di hampir seluruh wilayahnya. Banjir juga masih menggenangi beberapa wilayah terdampak banjir besar pada 25 November lalu.

“Jadi sejak tanggal 25 November 2025, dan kemarin 11 Februari ada banjir susulan, dan sekarang terjadi banjir susulan lagi, banjir susulan kedua, ini tanggal 16 Februari. Jadi cuma selang 5 hari kemudian terjadi hujan deras kembali dan desa-desa yang rawan banjir kembali mengalami banjir,” kata Masinton.

Baca Juga  Pinjol Ilegal Mematikan Kehidupan Ekonomi

“Bahkan daerah-daerah yang sebelumnya tidak mengalami banjir, kena banjir. Sekarang permukaan sungai airnya sudah tinggi karena terjadi sedimentasi, jadi itu meluap ke pemukiman warga,” ujarnya menambahkan.

Masinton membagikan sejumlah potongan video dari sejumlah desa yang tergenang banjir. Dalam video itu terlihat, banjir menggenangi rumah warga di sejumlah desa dan menutup akses jalan.

Banyak warga panik dan berusaha mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman. Tak sedikit warga yang menangis karena daerahnya kembali banjir usai hujan deras seharian.

Masinton mengatakan pihaknya sudah menyiapkan titik evakuasi dan pengungsian bagi warga terdampak, seperti sekolah, puskesmas, hingga kantor pemerintahan.

“Masyarakat yang di daerah aliran sungai kami minta dilakukan evakuasi, dan warga yang berada di daerah rawan longsor supaya melakukan evakuasi. Sedang berlangsung sekarang proses evakuasinya,” ujarnya.

Baca Juga  PLN Berhasil Pulihkan Sistem Kelistrikan 100% Pasca Banjir Longsor di Limapuluh Kota

Lebih lanjut, Masinton mengatakan sejumlah ruas jalan juga terdampak banjir. Menurutnya, beberapa jalan ada yang longsor dan nyaris amblas sehingga rawan memutus akses transportasi.

“Ada beberapa jalan yang mengalami hambatan, terdorong air, ada yang longsor, ada yang nyaris amblas, jadi ada kami lakukan di desa-desa yang jalannya nyaris amblas, putus kami lakukan evakuasi. Sekarang listrik juga kami minta ke PLN supaya di daerah banjir diputus dulu, kami sediakan genset untuk penerangannya,” katanya.