PASAMAN BARAT

SPPG Polres Pasbar Telah Salurkan 5.365 Paket MBG kepada 1.073 Penerima Manfaat

1
×

SPPG Polres Pasbar Telah Salurkan 5.365 Paket MBG kepada 1.073 Penerima Manfaat

Sebarkan artikel ini

PASBAR, HARIANHALUAN.ID — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Pasaman Barat telah menyalurkan 5.365 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 1.073 penerima manfaat hingga hari kelima pelaksanaan di SMA Negeri 1 Pasaman sejak Senin (9/2).

Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto saat peresmian SPPG pada Jumat (13/2) menjelaskan bahwa pendistribusian MBG dimulai sejak Senin (9/2) dengan jumlah 1.073 penerima manfaat per hari.

“Pendistribusian telah dimulai sejak Senin dengan 1.073 penerima manfaat per hari. Dengan demikian, sampai hari kelima telah menjangkau 5.365 paket MBG,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengoperasian SPPG MBG merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional dalam mewujudkan generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas.

Baca Juga  MBG Sistem Prasmanan Hadir di SMKN 1 Koto Baru Dharmasraya

Pada tahap awal, sasaran program masih difokuskan kepada 1.073 penerima manfaat yang terdiri atas siswa, guru, petugas keamanan, dan petugas kebersihan di SMA Negeri 1 Pasaman.

Ke depan, cakupan penerima manfaat direncanakan bertambah hingga 2.988 orang yang tersebar di enam sekolah serta kegiatan posyandu di wilayah Pasaman Barat.

“Nantinya, penerima manfaat akan diperluas ke SD Negeri 09 Pasaman, SD Negeri 19 Pasaman, SD IT Al Falah Pasaman, TK Pertiwi, Al Ikhlas Pasaman, serta kegiatan posyandu yang ada,” jelasnya.

Baca Juga  Begini Cara Pemkab Pasbar dan OPD Wujudkan Komitmennya terhadap Pencegahan Korupsi

Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Pasaman Barat, Hifzhi Umara, mengatakan pelaksanaan program melibatkan tenaga profesional guna menjamin kualitas dan akuntabilitas pengelolaan.

“Secara keseluruhan terdapat 47 relawan SPPG, ditambah satu ahli gizi, satu akuntan, dan satu kepala SPPG,” katanya.

Ia menambahkan, menu makanan disusun secara bervariasi setiap hari dan berada di bawah pengawasan ahli gizi. Bahan pangan yang digunakan juga bersumber dari petani lokal di sekitar Simpang Empat serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.