BANGKA, HARIANHALUAN.ID — Perwakilan Kedutaan Besar Australia bergabung bersama anggota keluarga, perwakilan pemerintah daerah, dan masyarakat setempat dalam upacara peringatan di Pulau Bangka pekan ini untuk menghormati warga Australia yang gugur di pulau tersebut selama Perang Dunia II.
Pada 16 Februari 1942, sebuah kapal yang membawa tentara Inggris yang terluka dan perawat Australia yang melarikan diri dari Singapura ditenggelamkan oleh pasukan Jepang di dekat Pulau Bangka. Para korban selamat dibawa ke Pantai Radji, tempat dimana 50 tentara Inggris dieksekusi. Sebanyak 22 perawat Australia kemudian diperintahkan untuk berjalan ke laut di mana mereka ditembak dari pantai. Hanya satu perawat, Vivian Bullwinkel, yang selamat.
“Australia mengenang para perawat, militer, dan warga sipil yang gugur di Pantai Radji dan mengakui keberanian mereka yang luar biasa,” kata Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath.
Perwakilan pemerintah Australia juga menyampaikan penghormatannya kepada diplomat Australia Vivian Gordon Bowden, yang gugur pada 17 Februari 1942 di Mentok saat berusaha mengungsi ke Australia. Bowden adalah satu-satunya diplomat Australia yang gugur dalam Perang Dunia II.
Penghargaan Pendidikan Vivian Gordon Bowden menghormati kenangan Bowden, dan diberikan kepada dua mahasiswa dari Universitas Bangka Belitung (UBB) setiap tahunnya, untuk membantu biaya kuliah dan biaya hidup mereka. Penghargaan tahun 2026 diberikan kepada Yoza Bayu Pratama dan Allini Agustina.
“Penghargaan Pendidikan Vivian Gordon Bowden adalah penghormatan yang layak untuk kehidupan dan warisannya, dan kontribusi untuk pendidikan para pemimpin masa depan Pulau Bangka,” kata Kuasa Usaha Kamath. (*)
Perwakilan Kedutaan Besar Australia Peringati Kepahlawanan dan Pengorbanan di Pulau Bangka
WhatsApp Channel Harian Haluan
+ Gabung





