NASIONAL

Kirim Sinyal Keras ke Korea Selatan, Kim Jong-un Pamer Senjata Nuklir Baru

1
×

Kirim Sinyal Keras ke Korea Selatan, Kim Jong-un Pamer Senjata Nuklir Baru

Sebarkan artikel ini
Kim Jong-un dalam uji coba nuklir yang diadakan Korea Utara. IST

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID — Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un meresmikan sistem peluncur roket ganda baru yang diklaim mampu menembakkan hulu ledak nuklir. Senjata tersebut disebut menjadi ancaman serius bagi Korea Selatan.

Media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Kamis (19/2/2026) melaporkan bahwa upacara peresmian berlangsung sehari sebelumnya. Dalam pidatonya, Kim memuji sistem roket peluncuran ganda berkaliber 600 mm itu sebagai senjata yang unik di dunia.

Ia menyebut sistem tersebut dirancang untuk serangan khusus guna menyelesaikan misi strategis—ungkapan yang secara luas dipahami sebagai rujukan pada penggunaan senjata nuklir.

Baca Juga  Sebanyak 1.211 KK Terisolir Akibar Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru

Kim menegaskan bahwa sistem senjata tersebut ditujukan untuk tujuan “pencegahan” terhadap musuh yang tidak disebutkan secara langsung. Namun, Seoul tetap dianggap sebagai target utama dalam dinamika keamanan kawasan.

“Ketika senjata ini benar-benar digunakan, tidak ada kekuatan yang dapat mengharapkan perlindungan Tuhan. Ini benar-benar senjata yang luar biasa dan menarik,” ujar Kim.

Saat mengunjungi pabrik produksi roket bulan lalu, para pejabat dan analis pertahanan Korea Selatan menilai sistem tersebut berpotensi digunakan terhadap wilayah selatan dari Pyongyang.

Sementara itu, Seoul berada kurang dari 50 kilometer dari perbatasan antar-Korea pada titik terdekat. Secara teknis, kedua negara masih berada dalam kondisi perang sejak konflik Korea berakhir tanpa perjanjian damai permanen.

Baca Juga  BNPB Lakukan Pemetaan Daerah Rawan Bencana Banjir Lahar Hujan Gunungapi Ibu

Serangan artileri berskala besar atau “serangan jenuh” telah lama diyakini sebagai bagian utama strategi militer Pyongyang jika konflik terbuka terjadi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara juga meningkatkan uji coba rudal secara signifikan. Para analis menilai langkah ini bertujuan memperkuat kemampuan serangan presisi, menantang Amerika Serikat dan Korea Selatan, sekaligus menguji sistem persenjataan sebelum berpotensi mengekspornya ke Rusia. (*)