NASIONAL

Tak Hanya Tingkatkan Gizi, MBG Juga Dorong Pertumbuhan Industri Unggas

0
×

Tak Hanya Tingkatkan Gizi, MBG Juga Dorong Pertumbuhan Industri Unggas

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak hanya berdampak pada peningkatan asupan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan industri unggas nasional. Kebutuhan protein hewani dalam jumlah besar untuk program tersebut mendorong peningkatan produksi telur dan daging ayam, sekaligus membuka peluang usaha bagi peternak dan pelaku industri pangan di berbagai daerah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam rilis, Kamis (19/2) mengatakan program MBG memerlukan tambahan sedikitnya 1.500 peternak ayam petelur baru pada 2026. Langkah ini diperlukan untuk menjaga ketersediaan telur seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat program yang kini telah mencapai 55,1 juta orang.

“Untuk telur ayam di 2026, kami sudah sampaikan ke Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional agar ada minimal 6 juta ayam petelur baru, atau setara minimal 1.500 peternak baru agar kita bisa memberikan telur dua kali seminggu,” ujar Dadan.

Baca Juga  Angin Kencang Terjang Sumba Barat Daya

Ia menjelaskan, lonjakan jumlah penerima manfaat membuat kebutuhan rantai pasok pangan meningkat secara signifikan. Setiap hari, program MBG membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar, mulai dari beras, sayur, daging ayam, telur, hingga susu.

Menurut Dadan, satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG membutuhkan sekitar 3.000 butir telur, 350 ekor ayam, 350 kilogram sayur, dan 450 liter susu dalam satu kali proses memasak. Kebutuhan tersebut menciptakan permintaan besar yang berdampak langsung pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Ia menambahkan, aktivitas ekonomi lokal juga ikut bergerak. Saat ini, sekitar 700 ribu hingga 890 ribu orang telah terlibat langsung bekerja di dapur-dapur program MBG di seluruh Indonesia. Selain itu, setiap SPPG melibatkan sedikitnya 15 pemasok bahan pangan yang masing-masing memberdayakan 2 hingga 15 pekerja.

Baca Juga  DPRD Kota Padang Lakukan Peninjauan SPPG MBG di Dua Titik

“Produksi para petani, peternak, dan nelayan bisa diserap oleh setiap SPPG, sehingga gairah untuk meningkatkan produktivitas wilayah sekarang sudah mulai meningkat,” kata Dadan.

Dukungan terhadap rantai pasok protein hewani juga dilakukan melalui penguatan industri perunggasan terintegrasi. Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD, Ghimoyo, mengatakan anak usaha perseroan, PT Berdikari, telah meresmikan Fasilitas Hilirisasi Poultry Terintegrasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare itu dirancang untuk memperkuat sektor pangan nasional sekaligus mendukung kebutuhan protein dalam program MBG.

“Melalui pembangunan fasilitas ini diharapkan BUMN dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan protein nasional, khususnya untuk mendukung program strategis MBG sebagai investasi besar bangsa dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul,” ujar Ghimoyo.