JAKARTA, HARIANHALUAN.ID- Pada Kamis (19/2) wilayah Laut Sulawesi diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,52° LU ; 122,21° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 109 Km arah barat laut Gorontalo Utara, Gorontalo pada kedalaman 31 km.
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Sulawesi.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme mendatar naik (oblique thrust),”katanya.
Triyono menyebut, gempabumi tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Buol, Gorontalo dengan skala intensitas IV MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 07.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). (*)





