PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.ID – Deretan kelapa jelly tersusun rapi di ruas jalan pasar Usang Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Di sebalik kelapa yang telah dikupas tersebut terdapat sosok Lansia dengan semangat antusias sedang merapikan dan menata dagangan.
Marjunan mempunyai cara tersendiri dalam menyambut berkah bulan Ramadan, jika biasanya di rumah saja atau berada di Sorum mobil punya mantu. Khusus bulan puasa, ia beralih profesi menjadi pedagang kelapa jelly musiman. Kamis, (19/02/2026).
Tahun ini, telah menjadi tahun ke-empat bagi Marjunan untuk hadir sebagai pedagang kelapa jelly musiman saat Ramadan tiba.
“Puasa sekarang sudah genap selama 4 tahun saya berdagang kelapa Jelly ini dan kemarin telah berjualan sejak h-1 Ramadan,” ujarnya.
Dalam sehari ia mampu menyediakan 25 butir kelapa jelly. Stok ia dapatkan berasal dari Payakumbuh dan setiap harinya akan di antar.
Untuk harga kelapa jelly tersedia dalam dua pilihan, per-cup nya dibandrol dengan harga Rp6.000,00 dan untuk satu kelapa utuh seharga Rp15.000,00.
“Harga dari tahun ke tahun tidak pernah ada peningkatan, memang sejak dulu awal buka ditarif dengan enam ribu dan lima belas ribu,” jelasnya.
Omzet penjualan kelapa jelly apabila laris terjual bisa hingga mencapai ratusan rupiah, begitupun sebaliknya apabila sepi hanya sekian rupiah.
“Walaupun sepi pembeli, kelapa Jelly ini wajib habis dalam sehari. Apabila sudah magrib dan terdapat sisa, maka saya bagikan secara gratis bagi warga sekitar, ungkapnya.
Marjunan buka setiap harinya selama bulan Ramadan dari pukul 13.00 WIB hingga nantinya buka puasa magrib tiba. Ia juga menyampaikan bagi pembeli yang tak sempat membeli langsung bisa dipesan terlebih dahulu.





