JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkoba di Pasifik Timur, dan menewaskan tiga orang.
“Satuan Tugas Gabungan Southern Spear melakukan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris” di sepanjang rute penyelundupan narkoba, demikian unggahan Komando Selatan AS dia media sosial X, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/2/2026). Disebutkan bahwa “tiga pria teroris narkoba tewas selama aksi ini.”
Unggahan tersebut menyertakan video hitam putih dari serangan tersebut, yang menunjukkan pemandangan udara sebuah kapal sebelum dibom dan dilalap api.
Militer Amerika Serikat mulai menargetkan kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba pada awal September tahun lalu, menewaskan hampir 150 orang secara total dan menghancurkan puluhan kapal sejak saat itu.
Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, Amerika Serikat secara rutin melakukan serangan-serangan ini, tanpa memberikan bukti pasti tentang aktivitas ilegal kapal-kapal tersebut.
Serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari kampanye, yang menurut pemerintahan Trump diperlukan untuk memerangi perdagangan narkoba.
Amerika Serikat juga telah menempatkan pasukan angkatan laut di lepas pantai Amerika Selatan, menyita kapal-kapal tanker minyak, dan melakukan serangan mengejutkan yang berujung penangkapan pemimpin sayap kiri Venezuela, Nicolas Maduro.
Maduro saat ini dipenjara di AS menunggu persidangan atas tuduhan narkoba dan senjata, di mana ia telah menyatakan tidak bersalah. (*)





