PADANG, HALUAN – Kunjungan kerja Danantara ke Sumatera Barat yang dilaksanakan pada 19 –20 Februari 2026 merupakan bagian dari agenda strategis dalam mendukung percepatan pembangunan nasional serta penguatan ekonomi daerah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dony Oskaria selaku COO Danantara dan Kepala BP BUMN, Legislator Andre Rosiade, Kapolda Sumatera Barat, serta jajaran pejabat daerah dan pimpinan BUMN lintas sektor, meliputi
infrastruktur, transportasi, energi, keuangan, logistik, dan kepelabuhanan.
Rangkaian kunjungan mencakup peninjauan sejumlah proyek strategis dan aset BUMN di
wilayah Sumatera Barat, antara lain lahan PT Kereta Api Indonesia di Penyalaian untuk rencana pengembangan pemberhentian darurat, Proyek Flyover Pasar Padang Lua di Kabupaten Agam, serta kawasan Hunian Sementara (Huntara) Malalo dan Hunian Tetap
(Huntap) di Kabupaten Tanah Datar.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai perencanaan, memenuhi standar mutu, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan dan
pembangunan pascabencana.
Selain agenda infrastruktur, kunjungan kerja juga diisi dengan kegiatan sosial dan pendidikan melalui kunjungan ke institusi pendidikan, pondok pesantren, serta rumah
ibadah. Dalam rangkaian tersebut, dilaksanakan pula kegiatan groundbreaking
pembangunan fasilitas pendidikan sebagai wujud komitmen BUMN dalam mendukung
peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses pendidikan, serta penguatan peran sosial di tengah masyarakat.
Pada hari kedua, rombongan melanjutkan agenda dengan kunjungan ke area operasional
PT Semen Padang dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Teluk Bayur.
Kunjungan ke Pelabuhan Teluk Bayur disambut langsung oleh Direktur Utama Pelindo Arif
Suhartono, didampingi Direktur Teknik Suriawan Wakan, Komisaris Independen Elwi Danil, serta General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meninjau kesiapan infrastruktur dan layanan kepelabuhanan dalam mendukung kelancaran arus logistik, distribusi barang, serta konektivitas ekonomi regional Sumatera Barat.
Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, menyampaikan bahwa Pelindo telah melaksanakan transformasi digital dalam pelayanan terminal peti kemas di Pelabuhan Teluk Bayur guna meningkatkan kualitas data, transparansi proses, dan layanan kepada pelanggan.
Sementara itu, Dony Oskaria menegaskan bahwa upaya menurunkan biaya logistik perlu diiringi dengan peningkatan pertumbuhan industri di Sumatera Barat, sehingga tercipta keseimbangan antara arus barang masuk dan keluar pelabuhan.
Dalam kesempatan tersebut, Dony Oskaria juga menyampaikan dukungan penuh terhadap
rencana penataan Pelabuhan Muaro Padang, sebagai bagian dari penguatan sistem logistik
terpadu dan peningkatan fungsi pelabuhan dalam mendukung aktivitas ekonomi dan
pariwisata Kota Padang.
Penataan Pelabuhan Muaro Padang diharapkan mampu menghadirkan wajah baru
pelabuhan yang tertib, aman, dan terintegrasi dengan kawasan wisata pesisir.
Dony Oskaria menyampaikan bahwa pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi laut, tetapi juga dapat menjadi ruang ekonomi dan pariwisata yang mendorong pergerakan UMKM, meningkatkan kunjungan wisata, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Padang.
General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran Pelabuhan Teluk Bayur sebagai gerbang logistik utama Sumatera Barat.
“Pelabuhan Teluk Bayur memiliki posisi penting dalam mendukung rantai pasok dan distribusi logistik daerah. Melalui kunjungan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang konkret untuk meningkatkan efisiensi layanan, memperkuat konektivitas logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui koordinasi yang dipimpin Danantara, kunjungan kerja ini diharapkan mampu
mendorong keselarasan kebijakan lintas sektor, meningkatkan efektivitas pelaksanaan
proyek strategis nasional di daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset BUMN secara berkelanjutan guna mendukung pembangunan ekonomi Sumatera Barat yang inklusif dan berdaya saing. (h/yes)





