Keterangan foto : Wakil Ketua PMI Sumbar Eko Yanche Edrie menyerahkan bantuan PMI Pusat dan Yayasan CareIndoneaia kepada Ketua PMI Padang Zulhardi Z Latif disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Padang Muatiliza Aye dan Camat Nanggalo Amrizal Rengganis. IST
PADANG, HARIANHALUAN.ID — Memasuki hari ke-3 bulan suci Ramadhan ini, PMI nampaknya masih hadir di tengah-tengah masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera Barat. Seperti yang dilakukan PMI Provinsi Sumatera Barat, Minggu (21/2) di Kelurahan Gurun Laweh, Nanggalo, Padang.
PMI Provinsi Sumatera Barat mendistribusikan 50 paket lengkap, berupa Peralatan Dapur, Hygiene KIT, Sembako bantuan dari CARE Indonesia serta Cangkul, Sekop, Dignity KIT yang berasal dari donasi Masyarakat Indonesia melalui Palang Merah Indonesia.
Eko Yance Eddie, Ketua Bidang Humas PMI Provinsi Sumatera Barat dari lokasi kegiatan mengatakan selama bulan Ramadhan, layanan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat. “Bantuan ini untuk 50 KK atau rumah yang terdampak yang sudah kami data dan pastikan belum mendapatkan bantuan yang sama dari PMI sebelumnya,” ucap Eko.
Tidak hanya di Kota Padang, PMI Sumbar lanjut Eko, juga mendistribusikan barang yang sama di beberapa daerah terdampak di antaranya, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pesisir Selatan. “Tentunya pendistribusian dilakukan sesuai dengan data assessment dari PMI setempat,” terangnya.
Tiwi (40) mengatakan masyarakat saat ini sudah mulai berbenah dan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasanya, meskipun dengan keadaan yang masih belum sempurna dan mengandalkan bantuan-bantuan yang ada. “Alhamdulillah peralatan rumah tangga sekarang sudah lengkap, dari bantuan hari ini. Saya mau kembali berjualan lagi,” tutur Tiwi.
Tiwi berharap ia dan warganya terus mendapatkan dukungan sampai situasi normal kembali. “Seperti sekarang kami juga butuh modal usaha, untuk melanjutkan hidup kami,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan pasal jembatan penghubung daerah yang masih terputus hingga saat ini. Tiwi meminta kepada pemerintah agar segera memperbaiki jembatan tersebut. “Bulan puasa ini kami biasanya jualan di pinggir jalan raya kota (Gunung Pangilun), jadi kalau bisa jembatannya segera diperbaiki, supaya tidak jauh mutar jalan,” ucap Tiwi.
Amrizal Rengganis, Camat Nanggalo mengatakan, pihak pemerintah sudah mengupayakan dukungan dan bantuan terus diberikan kepada masyarakatnya terdampak. “Perbaikan fasilitas umum, distribusi bantuan dan lain sebagainya terus kami ajukan. Dan Alhamdulillah PMI menjawab salah satu yang permintaan kita semua. Semoga dukungan terus ada untuk masyarakat Nanggalo,” kata Amrizal.
Mewakili masyarakat, Amrizal mengucapkan terimakasih kepada Masyarakat Indonesia yang telah berdonasi melalui PMI. “Bantuannya sudah sampai kepada kami, terimakasih banyak kami ucapkan kepada masyarakat Indonesia, semoga diari yang suci ini amal ibadahnya dilipat gandakan oleh Allah SWT,” tutup Amrizal. (*)





