PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) resmi memulai Program Pesantren Ramadan Kolaborasi 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai langkah strategis memperkuat pendidikan karakter berbasis keagamaan di kalangan pelajar.
Program tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, di Masjid Akbar Baiturrahman Painan, Senin (23/2/2026).
Ratusan pelajar dari jenjang PAUD/TK, SD hingga SMP tampak memadati area masjid dengan tertib.
Para guru, kepala sekolah, serta unsur perangkat daerah turut hadir dalam seremoni pembukaan tersebut.

Momentum ini menjadi tanda dimulainya rangkaian pembinaan spiritual yang akan berlangsung selama kurang lebih tiga pekan.
Program dijadwalkan berjalan sejak 23 Februari hingga 13 Maret 2026 di seluruh satuan pendidikan se-Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa Pesantren Ramadan bukan sekadar agenda tahunan.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari upaya sistematis membangun fondasi moral generasi muda.
“Kita ingin Ramadan ini benar-benar membekas dalam diri anak-anak kita,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai keagamaan harus tertanam kuat dalam perilaku sehari-hari peserta didik.
Ia menilai tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut generasi muda memiliki ketahanan iman yang kokoh.
Perkembangan teknologi digital, kata dia, membawa dampak positif sekaligus tantangan serius bagi pembentukan karakter anak.
“Anak-anak kita hidup di era digital. Mereka harus cerdas, tetapi juga harus berakhlak,” katanya.
Hendrajoni menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak boleh kalah cepat dari perkembangan teknologi.
Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Menurutnya, pembinaan akhlak tidak cukup hanya dilakukan di ruang kelas.
“Orang tua harus ikut terlibat. Pendidikan akhlak dimulai dari rumah,” ucapnya.

Bupati berharap Pesantren Ramadan mampu membentuk kebiasaan ibadah yang konsisten.
Indikator keberhasilan, lanjutnya, dapat dilihat dari meningkatnya kedisiplinan salat dan kebiasaan membaca Al-Qur’an.
Selain itu, perubahan sikap seperti menghormati orang tua dan guru juga menjadi ukuran penting.
Program tahun ini mengusung konsep kolaborasi lintas jenjang pendidikan.
Materi disesuaikan dengan perkembangan usia agar lebih efektif dan aplikatif.
Kegiatan meliputi pembiasaan ibadah harian, tadarus dan tahfiz Al-Qur’an, serta penguatan adab dan nilai sosial keagamaan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan di sekolah masing-masing serta masjid di lingkungan tempat tinggal siswa.
Program ini berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua, Pemkab Pessel berharap lahir generasi madani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan berakhlak mulia. (Adv)





