PESISIR SELATAN

Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir, Lisda Hendrajoni: Jangan Sampai Kebutuhan Dasar Terabaikan

9
×

Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir, Lisda Hendrajoni: Jangan Sampai Kebutuhan Dasar Terabaikan

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN,HARIANHALUAN.ID— Di tengah suasana Ramadan yang seharusnya penuh ketenangan, puluhan keluarga korban banjir dan longsor di Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, masih menjalani hari-hari mereka di hunian sementara (Huntara).

Kondisi itu mendapat perhatian dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, yang turun langsung mengunjungi warga terdampak di Huntara Nagari Puluik-Puluik, Rabu (25/2/2026).

Sebanyak 31 kepala keluarga (KK) saat ini menempati Huntara tersebut setelah rumah mereka rusak akibat bencana alam yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu. Hingga kini, mereka masih menunggu kepastian pembangunan hunian tetap.

Dalam kunjungannya, Lisda menyerahkan bantuan paket sembako kepada seluruh keluarga penghuni Huntara. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan pokok warga selama menjalankan ibadah puasa.

“Kami ingin memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan perhatian, terutama di bulan Ramadan. Jangan sampai dalam kondisi seperti ini, kebutuhan dasar mereka terabaikan,” ujar Lisda di hadapan para warga.

Baca Juga  Pemko Padang Terima Dana Siap Pakai Rp250 Juta, Korban Longsor Dapat Santunan

Ia menegaskan, sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan sosial dan kebencanaan, dirinya akan terus mengawal proses penanganan pascabencana agar berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Kami akan mendorong agar bantuan dan program pemulihan bisa benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk mempercepat pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak,” kata politisi Fraksi NasDem tersebut.

Tak sekadar menyerahkan bantuan, Lisda juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengar kondisi dan kebutuhan mereka selama tinggal di Huntara. Ia menilai, penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat tinggal sementara semata.

“Pemulihan harus menyentuh aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin mereka bisa kembali hidup normal secepatnya,” ucapnya lagi.

Baca Juga  Suher Farmin (Panungkek Sapar) Menang Telak di Pilwana Koto Taratak 2025, Raih 779 Suara

Kunjungan itu pun disambut hangat oleh warga. Rina (38), salah seorang penghuni Huntara, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan ini. Sangat membantu kami, apalagi di bulan puasa seperti sekarang,” tuturnya.

Saat ini, 31 KK di Huntara Nagari Puluik-Puluik masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan fasilitas terbatas. Mereka berharap proses relokasi atau pembangunan rumah permanen segera terealisasi agar bisa kembali menata kehidupan dengan lebih layak.

Kunjungan tersebut juga didampingi sejumlah pejabat terkait dan menjadi bagian dari upaya pengawasan koordinasi terhadap penanganan korban bencana di Pesisir Selatan. Warga pun berharap perhatian dari pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut hingga proses pemulihan benar-benar tuntas. (*)