PADANG, HARIANHALUAN.ID — Ramadan 1447 H sudah masuk pada pertengahan bulan. Tak lama lagi, Lebaran pun datang.
Tradisi mudik lebaran pun sudah di depan mata. Ada beragam moda transportasi yang tersedia bagi masyarakat untuk mudik.
Bagi perantau yang punya cukup dana, mudik bisa dilakukan dengan pesawat terbang ataupun mobil. Tapi, banyak juga pemudik yang memilih pulang kampung untuk berlebaran bus umum, kereta api, kapal atau dengan sepeda motor. Alasannya kalau mengendarai sepeda motor, lebih cepat dan hemat.
Sebenarnya, mudik menggunakan sepeda motor tidak direkomendasikan oleh Korlantas Polri maupun Kementerian Perhubungan. Hal itu tidak lepas dari tingginya angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor saat masa mudik Lebaran.
Sebagai alternatifnya, banyak pihak memfasilitasi para pemudik bermotor dengan program mudik gratis, baik dari instansi pemerintah maupun swasta.
Teknis pelaksanaannya adalah sepeda motor diangkut menggunakan kereta api, kapal, atau truk dan para pemiliknya naik bus. Dengan begitu, sepeda motor tetap dapat digunakan untuk mobilisasi selama di kampung halaman.
Namun langkah itu tidak mengurangi antusiasme pemudik yang memilih mengendarai sepeda motornya dari perantauan ke kampung halaman.
Jika memang memilih mengendarai sepeda motor untuk mudik, ada hal-hal yang harus diperhatikan agar perjalanan aman dan nyaman sehingga dapat sampai tujuan dengan selamat.
- Pastikan sepeda motor dalam keadaan baik dan sehat
Langkah ini menjadi hal terpenting supaya tidak timbul masalah selama perjalanan. Dua atau tiga hari sebelum berangkat, disarankan untuk membawa sepeda motor ke bengkel terdekat. Bisa bengkel resmi atau bengkel umum yang dapat dipercaya.
Mintalah kepada pihak bengkel untuk memeriksa seluruh komponen, mulai dari mesin, rem, oli, roda, dan lampu. Jika ada komponen yang memerlukan penggantian, segera ganti saat itu juga.





