PADANG PARIAMAN

Foto Udara Jadi Dasar Percepatan Pemulihan Pascabencana di Padang Pariaman

4
×

Foto Udara Jadi Dasar Percepatan Pemulihan Pascabencana di Padang Pariaman

Sebarkan artikel ini

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Dukung percepatan penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana yang terjadi pada November 2025 lalu, Seksi Survei dan Pemetaan Kantor Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan kegiatan pengambilan foto udara, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada area-area yang mengalami dampak signifikan akibat bencana, seperti Lubuk Alung dan Batang Anai, guna memperoleh gambaran kondisi terkini secara menyeluruh dan akurat.

Melalui pemanfaatan teknologi pemetaan berbasis foto udara, tim mampu mendokumentasikan perubahan bentang alam, kerusakan infrastruktur, hingga kondisi bidang-bidang tanah terdampak.

Baca Juga  Kantah Padang Pariaman dan PCNU Jalin Kerja Sama Percepat Pendaftaran Tanah Wakaf

Kepala Seksi Survei dan Pemetaan, Itrizal, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam penyediaan data yang presisi dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data spasial yang akurat sebagai dasar identifikasi dampak, analisis kondisi lapangan, serta mendukung percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana,” ujar Itrizal.

Menurutnya, data hasil foto udara akan menjadi rujukan penting dalam proses verifikasi dan validasi bidang tanah terdampak, serta mendukung pengambilan kebijakan yang tepat sasaran oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.

Baca Juga  Survei Sampel Nilai Tanah, Kantah Padang Pariaman Perbarui Peta Zona Nilai Tanah 2026

Selain itu, hasil pemetaan ini juga diharapkan dapat membantu meminimalisir potensi sengketa pertanahan akibat perubahan kondisi fisik tanah pascabencana, seperti pergeseran batas bidang, longsor, maupun abrasi.

Kegiatan pengambilan foto udara ini merupakan bagian dari komitmen Kantor Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman dalam memberikan pelayanan pertanahan yang responsif, adaptif dan berbasis data akurat, khususnya dalam situasi kebencanaan. (*)