KAMPUS

Abdur Rahman Hafiz : Gemar Menulis, Cakap Berbahasa Asing

2
×

Abdur Rahman Hafiz : Gemar Menulis, Cakap Berbahasa Asing

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Pandai dalam giat literasi merupakan sebuah skill yang memang harus dimiliki oleh para remaja di era ini. Salah satunya dalam bidang menulis dan berbahasa. Saat ini, remaja disuguhkan dengan berbagai macam tantangan yang membuat mereka harus memiliki kemampuan yang berguna untuk melewati tantangan tersebut.

Abdur Rahman Hafiz, seorang remaja yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang dengan fokus program studi Sastra Arab. Dirinya tak hanya mahir berbahasa Arab namun juga pandai berbahasa Inggris dan Bahasa Jepang.

Ia mengaku, selalu tertarik mempelajari bahasa asing sehingga ketertarikan itu yang akhirnya membawa dirinya naik ke panggung-panggung prestasi. Tak hanya kemahiran berbahasa, pandai menulis cerita juga turut membawanya mendulang prestasi.

“Lomba yang pernah saya ikuti untuk kategori Budaya Jepang antara lain adalah lomba menulis kana, lomba menulis kanji, menulis fanfiction dan cerdas cermat Bahasa dan Budaya Jepang,” katanya kepada Haluan.

Selain itu, dirinya berhasil meraih juara dua pada lomba kanji di Bunkasai Universitas Andalas dan lomba kanji di Bunkasai Universitas Bung Hatta dan meraih juara tiga pada lomba menulis kana di Bunkasai Politeknik Negeri Padang.

Baca Juga  Pengabdian Tiga Perguruan Tinggi, Petani Jagung Nagari Salo Agam Dapat Mesin Pemipil Jagung Portabel

“Saya juga meraih juara satu nasional pada lomba menulis cerpen fanfiction di Bunkasai Politeknik Negeri Padang. Pada saat itu saya masih duduk di bangku SMA. Jadi saya menekuni hal ini sudah sejak di bangku sekolah,” ujar Hafiz.

Saat menjadi mahasiswa baru, ia mengikuti sayembara cerpen yang diadakan oleh pihak kampus, melanjutkan hobi menulisnya saat mengikuti lomba sebelumnya. Karyanya pun terpilih dan sudah dibukukan.

Pada tahun 2024 ia mengikuti lomba kembali dan berhasil meraih juara tiga cerdas cermat Bahasa dan Budaya Jepang tingkat perguruan tinggi di Bunkasai Universitas Andalas bersama rekan-rekannya.

Baca Juga  Poltekkes Kemenkes Padang Peringati Dies Natalis ke-24, Gelar Parade Hingga Berbagai Kompetisi

Motivasinya untuk mempelajari berbagai macam bahasa tumbuh saat ia duduk di bangku SMA. Hal tersebut sebagai bentuk pelarian bagi dirinya dari pelajaran utama yang kurang ia kuasai.

“Saya terus membaca diri, menggali kemampuan dan akhirnya menemukan hal-hal yang saya minati. Akhirnya di waktu SMA saya memilih lintas minat Bahasa Jepang karena menurut saya bahasa Jepang itu unik, bahkan saya bisa menghafal huruf-huruf hiragana dan katakana dalam waktu satu hari,” katanya.

Di tengah kesibukannya menjadi mahasiswa, ia juga aktif di berbagai organisasi baik di dalam maupun di luar kampus. Hal tersebut membuatnya harus pintar membagi waktu dan memprioritaskan hal apa yang terlebih dahulu harus ia lakukan.

“Cara saya memanagement waktu adalah dengan mengerjakan tugas di awal waktu, tidak menunda tugas, memulai dari tugas yang deadlinenya paling cepat.” tutur Hafiz.(*)