PADANG, HARIANHALUAN.ID — Kesempatan bagi warga Sumatera Barat (Sumbar) yang ingin pulang kampung secara gratis pada Lebaran 2026 masih terbuka lebar. Hingga Rabu (4/3), kuota program mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk rute menuju Ranah Minang dilaporkan masih tersedia.
Untuk tahun ini, Kemenhub menyiapkan total 25 unit bus khusus bagi masyarakat Sumbar. Dengan rincian, 15 unit bus dialokasikan untuk arus mudik dari Jakarta dan 10 unit bus disiapkan untuk melayani arus balik menuju Jakarta.
“Pendaftaran masih berlangsung, kuota masih tersedia. Namun, kami tidak bisa memastikan angka pastinya karena pendataan dilakukan secara terpusat,” ujar Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Anak Air, Agus Sumarso, Rabu (4/3).
Ia mengatakan, pendaftaran telah dibuka sejak 1 Maret 2026 melalui sistem dalam jaringan (daring) di laman nusantara.kemenhub.go.id. Setelah mendaftar secara daring, calon pemudik wajib melakukan proses validasi data di beberapa titik yang telah ditentukan, antara lain, Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat; GOR Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan; Terminal Poris Plawad, Tangerang; Terminal Pondok Cabe, Tangerang Selatan; Terminal Kayu Ringin, Bekasi; dan Terminal Jati Jajar, Depok.
Berdasarkan informasi terbaru, rombongan pemudik gratis rute Sumbar dijadwalkan berangkat dari Terminal Kampung Rambutan, Jakarta pada 18 Maret 2026. Seluruh penumpang nantinya akan diturunkan langsung di Terminal Tipe A Anak Air, Kota Padang.
“Catatan penting bagi pemudik, bus tidak diperbolehkan menurunkan penumpang di pinggir jalan. Semua harus turun di terminal tujuan,” ujar Agus.
Untuk arus balik, rencana sementara dijadwalkan pada 25 Maret 2026 dari Terminal Anak Air. Pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumbar saat ini masih menunggu koordinasi final dari Kemenhub pusat untuk memastikan teknis arus balik dan penjemputan rombongan mudik di area Indarung guna efektivitas perjalanan.
5,36 Juta Orang Mudik ke Sumbar
Sebelumnya, Kemenhub memprediksi akan ada sekitar 5,36 juta orang yang akan mudik ke wilayah Sumbar pada momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah ini. Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi saat melakukan rapat koordinasi serta memperkuat sinergi bersama Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah beserta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar di Padang, Kamis (26/2) silam.
Dalam kesempatan itu, Menhub Dudy menyampaikan sejumlah kebutuhan dukungan yang perlu diberikan Pemprov Sumbar guna menghadapi lonjakan perantau yang kembali ke Ranah Minang pada momen mudik Lebaran 2026.
Dudy melihat daerah Sumbar memiliki karakteristik pergerakan yang khas pada masa Angkutan Lebaran. “Sumbar dikenal sebagai daerah dengan jumlah perantau yang besar, sehingga setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, terjadi arus kedatangan yang signifikan dari berbagai daerah di Indonesia menuju kampung halaman di Ranah Minang,” katanya.
Menhub menyebut, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Sumbar menuntut kesiapan yang matang, responsif, dan terintegrasi. Sinergi yang kuat antara Kemenhub, Pemprov Sumbar, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, menjadi elemen penentu dalam mengelola arus mudik dan arus balik secara efektif.
Ia menyebut, berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, akan ada 1,88 juta masyarakat Sumbar yang melakukan pergerakan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Dari sisi tujuan, arus pergerakan terbesar mengarah ke Jawa Tengah, sedangkan menuju Sumbar sebesar 5,36 juta orang.
Oleh karena itu, kesiapan berbagai simpul transportasi utamanya bandara dan terminal perlu dipersiapkan sebaik-baiknya. Secara keseluruhan, kebutuhan dukungan yang diperlukan meliputi penyiapan posko, tempat istirahat, antisipasi kepadatan,penyediaan informasi, pemantauan daerah rawan bencana serta pengaturan dan rekayasa lalu lintas.
“Kami harap Pemprov Sumbar bersama dengan pemangku kepentingan terkait dapat melakukan posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran, memastikan kesiapan armada (ramp check) dan simpul transportasi, serta melakukan pemeriksaan kendaraan (pengemudi),” kata Menhub.
Menhub juga mendorong adanya konsolidasi pelaksanaan mudik gratis melalui integrasi data, jadwal, dan rute agar layanan tepat sasaran dan keterisian optimal, serta penyediaan feeder untuk membantu para pemudik menuju lokasi keberangkatan mudik gratis. (*)





