PENDIDIKAN

Mahasiswa S2 Turun ke SD, Dhea Two Hesty Tanamkan Cinta Tari sejak Dini

0
×

Mahasiswa S2 Turun ke SD, Dhea Two Hesty Tanamkan Cinta Tari sejak Dini

Sebarkan artikel ini
MENGAJAR TARI--Dhea Two Hesty memilih tetap berada dekat dengan dunia yang membesarkannya seni tari.  Lulusan S1 Seni Tari tersebut kini aktif melatih ekstrakurikuler tari siswa Madrasah Ibtidaiyah Unggul Terpadu (MIUT) Thawalib Padang Panjang. HABIB

PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.ID – Di sela kesibukan menempuh pendidikan S2 Pascasarjana Program Penciptaan Dan Pengkajian Seni, Dhea Two Hesty memilih tetap berada dekat dengan dunia yang membesarkannya seni tari.

Lulusan S1 Seni Tari tersebut kini aktif melatih ekstrakurikuler tari siswa Madrasah Ibtidaiyah Unggul Terpadu (MIUT) Thawalib Padang Panjang. Akrab disapa Dhea, mengatakan untuk cara mengajarkan tari kepada anak sekolah dasar bukan sekadar aktivitas mengajar, tetapi juga proses memperkenalkan seni sejak usia dini.

Ia harus menyesuaikan metode latihan dengan kemampuan siswa yang sebagian besar belum memiliki dasar menari.

Baca Juga  68 Taruna SMA Praja Nusantara Sumbar Resmi Dilantik, Siap Tembus TNI–Polri

“Gerakan dibuat sederhana, lebih banyak gerakan tangan dan kaki yang mengalun supaya mudah diikuti anak-anak,” ujarnya.

Proses latihan pun tidak instan. Selama hampir satu tahun, latihan dilakukan secara bertahap dengan 10 kali pertemuan setiap semester.

Siswa dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok penari dan penari dulang yang memiliki gerakan berbeda meski menggunakan musik yang sama. Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada gerakan tari, melainkan bagaimana menyampaikan materi agar dipahami anak-anak dengan kemampuan yang beragam.

“Cara atau treatment penyampaian ke anak-anak itu yang cukup sulit, karena setiap anak menangkap gerakan dengan cara berbeda,” sambungnya.

Baca Juga  Pertemuan Wali Santri Pondok Pesantren Al-Irsyad Bukittinggi Penuh Rasa Terharu

Kesempatan mengajar ini bermula dari tawaran rekan yang menginformasikan kebutuhan pelatih tari di sekolah dasar.

Selain menjadi ruang praktik ilmu yang dipelajarinya di bangku Pascasarjana, kegiatan tersebut juga membantu menambah penghasilan selama masa kuliah. Hasil latihan mulai terlihat. Tari persembahan yang dipersiapkan sebagai tarian penyambutan tamu sekolah kini telah mencapai progres sekitar 98 persen dan tinggal menyempurnakan penampilan.

Lanjutnya, Dhea juga mempersiapkan siswa menghadapi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) yang menuntut konsep pertunjukan lebih matang karena berbasis tema.