NASIONAL

Cuaca Ekstrem Melanda Kabupaten Batang, Tim Gabungan Sigap Tangani Longsor, Banjir dan Pohon Tumbang

2
×

Cuaca Ekstrem Melanda Kabupaten Batang, Tim Gabungan Sigap Tangani Longsor, Banjir dan Pohon Tumbang

Sebarkan artikel ini

JAWA TENGAH, HARIANHALUAN.ID – Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Jumat (6/3) sore sekitar pukul 15.10 WIB. Kondisi ini memicu serangkaian bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor, banjir luapan, serta pohon tumbang di lima kecamatan, yakni Kecamatan Batang, Blado, Reban, Tersono, dan Gringsing.

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, dampak kerusakan terpantau di beberapa titik vital. Di pusat kota, sebuah pohon beringin besar tumbang di Jalan Veteran depan Pendopo Kabupaten Batang, dan menimpa sejumlah kendaraan. Beruntung pengendara dapat diselamatkan oleh masyarakat setempat dan petugas gabungan di lokasi kejadian.

Sementara itu, akses jalan di Desa Blado, Kecamatan Blado dan Desa Sendang, Kecamatan Tersono, sempat terputus total akibat tertutup material longsoran tebing. Sejumlah kendaraan sempat tertahan untuk beberapa waktu.

Selain longsor, luapan air hujan juga merendam pemukiman warga di Desa Sendang, Kecamatan Blado, serta menggenangi ruas jalan raya di Desa Plelen, Kecamatan Gringsing. Dalam laporan visual, aliran air yang melimpas deras ke jalan raya sempat mengganggu para pengendara yang melintas.

Dari hasil kaji cepat lapangan, diketahui bahwa kondisi drainase kurang memadai di sekitar lokasi kejadian yang kemudian menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir luapan tersebut. Aliran air hujan yang tidak mampu tertampung sepenuhnya oleh saluran drainase mengakibatkan limpasan ke badan jalan dan pemukiman.

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana 31 Juli 2025

Merespons temuan tersebut, BPBD Kabupaten Batang telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang. Langkah ini diambil untuk melakukan pengkajian teknis mendalam serta merancang penanganan infrastruktur drainase yang lebih efektif di titik-titik rawan, guna mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Secara keseluruhan, respon darurat di lapangan telah dilakukan secara terpadu oleh personel BPBD bersama TNI/Polri, Damkar, PMI, PLN, serta relawan. Upaya evakuasi pohon tumbang telah dilakukan dengan menggunakan gergaji mesin, sementara pembersihan material longsoran dipercepat dengan bantuan semprotan air dari armada Damkar sehingga akses transportasi berangsur pulih. Pihak TNI/Polri dan Dinas Perhubungan juga bergerak cepat melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Sebagai langkah pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, BPBD telah mendistribusikan bantuan logistik berupa kasur, selimut, pakaian, dan perlengkapan keluarga (family kit).

Potensi Bencana Hidrometeorologi Masih Ada

Stasiun Meteorologi Kelas II Bandara Ahmad Yani Semarang, telah mengeluarkan prakiraan cuaca untuk dua hari ke depan hingga Senin (9/3), bahwa hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai angin kencang tersebar tidak merata di wilayah Jawa Tengah, antara awal malam-dini hari. Potensi ini dapat terjadi di wilayah pegunungan maupun dataran tinggi, termasuk wilayah pesisir Pantura bagian tengah hingga timur dan Pantai selatan Jawa Tengah.

Baca Juga  Tiba di Myanmar, Tim Misi Kemanusiaan dari Indonesia Langsung Bekerja

Adapun fenomena cuaca tersebut dapat memicu terjadinya beberapa kejadian bencana hidrometeorologi beserta dampaknya seperti banjir, tanah longsor, angin kencang/puting beliung, sambaran petir, pohon tumbang, genangan air, dan sebagainya.

Menyikapi hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara mandiri dan kolektif. Mitigasi berbasis komunitas sangat diperlukan, mulai dari rutin membersihkan saluran air dan drainase dari sumbatan sampah, hingga memangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar hunian guna mengurangi risiko tumbang.

Bagi warga yang tinggal di kawasan lereng, diharapkan segera melakukan evakuasi mandiri jika melihat tanda-tanda awal longsor seperti munculnya rekahan tanah atau air yang mendadak keruh keluar dari tebing. Saat terjadi hujan ekstrem, masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame, serta selalu memantau informasi cuaca resmi agar dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat demi menjamin keselamatan jiwa dan harta benda. (*)