MAKASSAR, HARIANHALUAN,ID — Kesiapan sektor transportasi nasional menghadapi arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026 menjadi perhatian serius. Lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai ratusan juta orang dinilai berpotensi menimbulkan berbagai persoalan jika tidak diantisipasi dengan perencanaan yang matang.
Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, menilai kesiapan menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar penyelenggaraan mudik dapat berjalan aman dan lancar. Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI ke Makassar, Sulawesi Selatan, awal Maret 2026.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II tersebut, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat pada musim mudik tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang. Jumlah tersebut menuntut kesiapan serius dari operator transportasi, terutama BUMN yang bergerak di sektor darat, laut, dan udara.
“Momentum mudik merupakan mobilitas terbesar masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Karena itu kesiapan armada, keselamatan perjalanan, serta kualitas pelayanan harus dipastikan sejak jauh hari,” ujar Nevi.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VI DPR RI juga melakukan dialog bersama sejumlah mitra strategis, di antaranya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, PT PELNI, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia, PT Pelita Air, PT Aviasi Pariwisata Indonesia, PT Angkasa Pura, PT Pertamina, serta Perum Bulog.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan sektor transportasi sekaligus dukungan sektor energi dan pangan menjelang Idul Fitri. Peningkatan mobilitas masyarakat pada periode Lebaran dinilai juga akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan logistik dan distribusi energi.
Nevi menegaskan koordinasi lintas sektor menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya penumpukan penumpang pada titik-titik tertentu yang berpotensi menjadi hambatan dalam sistem transportasi nasional.
Menurutnya, kesiapan tidak hanya menyangkut jumlah armada, tetapi juga bagaimana integrasi antar moda transportasi dapat berjalan dengan baik. Informasi jadwal, pengaturan arus penumpang, hingga manajemen operasional harus terkoordinasi secara terpadu.
Selain itu, Nevi juga menekankan pentingnya menjaga kelancaran distribusi energi serta ketersediaan pangan selama masa mudik dan libur Lebaran agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan perjalanan dapat berlangsung aman, nyaman, serta tertib. (*)





