GAYO LUES, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memindahkan sejumlah warga penyintas menuju fasilitas pemerintah kabupaten (pemkab) setempat. Mereka merupakan penghuni terakhir di tenda pengungsian yang ada di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.
Sebanyak 38 KK yang ada di balai latihan kerja (BLK) mendapatkan perhatian Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto saat berada di Gayo Lues, Kamis (12/3). BNPB dan pemerintah kabupaten menyiapkan fasilitas untuk pengungsian sambil menunggu pembangunan hunian sementara (huntara). Dengan kepindahan para keluarga ke fasilitas BLK, BNPB mengharapkan mereka dapat merayakan Idulfitri dengan lebih baik.
Kepala BNPB Suharyanto meninjau fasilitas BLK dan kondisi warga yang baru saja pindah ke tempat itu pada Rabu (11/3). Mereka merupakah warga Desa Pepelah, Kecamatan Pining, Gayo Lues.
Selama tinggal di BLK, BNPB memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari, seperti suplai air dan makan-minum.
Saat berada di BLK, Kepala BNPB yang didampingi Bupati Gayo Lues Suhaidi memberikan bantuan bahan pokok dan bantuan non-pangan. Selain itu, BNPB mendorong satu unit mobil dapur umum lapangan yang diharapkan tiba pada Sabtu minggu ini.
“Sementara sampai huntaranya dibangun, dua minggu paling tidak sudah jadi, agar tidak tinggal di tenda jadi di sini dulu. Nanti dibuatkan dapur umum, sudah dimasakin nanti tinggal makan saja, supaya lebih nyaman tinggal di sini,” ujar Letjen Suharyanto.
BNPB yang dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues memastikan fasilitas BLK yang dihuni warga berfungsi baik.
Usai melakukan kunjungan kerja di Gayo Lues, Kepala BNPB dan rombongan bertolak menuju Lhokseumawe, Aceh. (*)





