HARIANHALUAN.ID – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatra Barat (Sumbar), Heranof menyampaikan pers menghadapi tantangan sangat berat di era informasi digitalisasi.
Pasalnya, masyarakat cukup memegang handphone (HP) dan sudah tercakup semua informasi, bahkan surat kabar, radio dan televisi (TV) sudah jauh ditinggalkan, karena masyarakat sekarang bergantung full ke teknologi gawainya.
“Bagi kita orang media, ini merupakan tantangan bagaimana kita mendorong kesadaran masyarakat bahwa apa yang ada di media bermanfaat bagi kita dan menjadikan tayangan media kita menarik, lebih variatif dan lebih bermanfaat, agar masyarakat kembali menggemari media-media mainstream, seperti surat kabar, radio dan TV,” ujarnya, Jumat (22/7/2022).
Heranof mengatakan, tidak hanya media mainstream, media online sekarang juga tidak bisa eksis lagi, karena media online sudah terlalu banyak bahkan jumlahnya ratusan. Oleh karena itu, hanya beberapa media online yang bisa eksis dan media mainstream, seperti surat kabar, radio dan TV biasa yang standard.
“Tantangan ini perlu diatasi oleh kita orang pers dalam hal peningkatan keterampilan wartawan, dan peningkatan kemampuan manajemen. Bagaimana mengelola media supaya efektif, karyawan yang harus sesuai banyak yang dibutuhkan media, harus mengelola usaha itu bisa imbang antara pengeluaran dan pemasukan. Bagaimanapun media juga lembaga ekonomi, karena di sini dipekerjakan sejumlah orang,” ujarnya.
Oleh karena itu, ada dua tantangan yang harus dihadapi saat ini, yaitu peningkatan kualitas dan kemampuan wartawan, serta kemampuan manajemen perusahaan.





